Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12116
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSiregar, Taufik-
dc.contributor.advisorHidayani, Sri-
dc.contributor.authorZulkarnain, Noni-
dc.date.accessioned2020-09-10T03:03:30Z-
dc.date.available2020-09-10T03:03:30Z-
dc.date.issued2020-01-10-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12116-
dc.descriptionTenaga kerja merupakan tulang punggung dalam peningkatan pembangunan pada umumnya dan pertumbuhan industri pada khususnya. Tenaga kerja memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan, oleh karena itu seluruh kegiatan yang dilakukan tenaga kerja akan mengandung aspek hubungan sosial, hubungan hukum, hubungan interm organisasi yang menimbulkan hak dan kewajiban dan dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Salah satu persoalaan yang terdapat pada tenaga kerja adalah Perselisihan Hubungan Industrial, Salah satu permasalahan dalam perselisihan hubungan industrial (PHI) yaitu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pemutusan hubungan kerja, menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 1 ayat (25) definisinya adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha. Terhadap hal tersebut maka peneliti mengangkat permasalahan mengenai bagaimana faktor-faktor penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja dan apa saja hambatan-hambatan dalam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan mengkaji studi dokumen, melalui sifat penelitian yang deskriptif analisis studi kasus Nomor : 124/G/2011/PHI.Mdn yang mengarah pada penelitian hukum normatif. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, kemudian hasil data tersebut dianalisis menggunakan metode kepustakaan dan penelitian lapangan, kemudian hasil data tersebut dianalisis menggunakan metode kepustakaan dari berbagai buku, sumber bacaan, perundang-undangan dan wawancara. Selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bukan hanya di faktori oleh para pengusaha/majikan, ada beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi termasuk faktor dari pihak pekerja/buruh. Tidak juga dipungkiri dalam proses pelaksanaan pemutusan hubungan kerja memiliki kendala dan hambatan yang dilandasi dari pihak pengusaha/majikan, pekerja/buruh dan juga lembaga Penyelesaian Hubungan Industrial (PHI)en_US
dc.description.abstractLabor is backbone of increasing development in general and industrial growt in particular. Labor has very important position as an agent and development goal, therefore, all activities carried out by personnel have aspects of social relations, legal relations, organization relationships that create rights and obligations and, implementing in according to the values of Pancasila. One of the labor issues is industrial relations disputes, about termination of employment. The issues of termination of employment according to law Number 13 Of year 2003 Concerning Employment Article 1 Number 25 the definition is the termination of employment due to a certain thing that results in the termination of rights and obligations between workers / laborers and employers. Therefore, the researcher raises the issue of how the factors causing the termination of employment and what are the obstacles in termination of employment. This research used a type of normative juridical research by examining document studies, through the descriptive nature of the case study analysis Number: 124 / G / 2011 / PHI.Mdn, which leads to normative legal research. The techniques used in data collection through library research and field research, then the results of the data are analyzed using the literature and field research methods, then the results of the data are analyzed using the literature method from various books, reading sources, laws and interviews, then analyzed qualitatively. Termination of Employment is not only factored by employers, there are several other factors that also influencer factor, including factors of the workers / laborers, in the process of terminating employment there are obstacles and obstacles based on the employers, workers / laborers and also the Industrial Relations Settlement Institution.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;168400128-
dc.subjectemploymenten_US
dc.subjectseverance payen_US
dc.subjecttermination of employmenten_US
dc.subjectketenagakerjaanen_US
dc.subjectpemberian pesangonen_US
dc.subjectpemutusan hubungan kerjaen_US
dc.titlePenerapan Hukum Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Terhadap Penjatuhan Pemberian Pesangon Bagi Karyawan (Studi putusan nomor 124/G/2011/Phi.Mdn)en_US
dc.title.alternativeApplication of the Law on Manpower Act Number 13 of 2003 Against Severance Pay for Employees (Study decision number 124 / G / 2011 / Phi.Mdn)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
168400128 - Noni Zulkarnain - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV195.52 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
168400128 - Noni Zulkarnain - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III, Bibliography12.33 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.