Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12385
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorHasanuddin-
dc.date.accessioned2020-11-12T07:49:58Z-
dc.date.available2020-11-12T07:49:58Z-
dc.date.issued2019-06-25-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12385-
dc.description.abstractTidak hanya hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia juga perlu kita jaga agar kita tidak digolongkan kedalam kelompok orang yang merugi. Selanjutnya bagaimana kiatnya agar anak-anak kita, penerus umat mampu menjaga kedua hubungan ini. Rasulullaah Saw. pernah mengatakan, “Suruh anakmu shalat ketika sudah berumur 7 tahun.” Makna hadits ini bukan semata-mata kita menyuruh anak, namun juga mempersiapkan bekal ilmunya untuk mengerjakan shalat itu. Dan yang paling bertanggungjawab untuk hal ini adalah kedua orang tuanya. Dalam hadits lain dikatakan, “Setiap anak yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak ini Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” Artinya setiap anak yang dilahirkan itu suci tanpa dosa, karena Islam tidak mengenal dosa warisan. Namun jika anak tidak dididik sejak awal maka dikhawatirkan ia tidak memahami ilmu agama sehingga bisa saja ia lari dari ajaran agama yang dianutnya. Dan tanggung jawab terbesar ada pada orang tuanya.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectmendidik anaken_US
dc.subjecthubungan vertikal dengan allahen_US
dc.subjecthubungan horizontal dengan sesamaen_US
dc.titleKiat Mendidik Anak Menjaga Hubungan Vertikal dengan Allah dan Horizontal dengan Sesamaen_US
dc.typeArticleen_US
Appears in Collections:Buletin Taqwa

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Hasanuddin - Kiat Mendidik Anak Menjaga Hubungan Vertikal dengan Allah dan Horizontal dengan Sesama.pdfarticle197.92 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.