Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12567
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNasution, Hasyimsyah-
dc.date.accessioned2020-12-04T02:58:52Z-
dc.date.available2020-12-04T02:58:52Z-
dc.date.issued2018-01-08-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12567-
dc.description.abstractKetika di alam rahim, kita telah memiliki ikatan promordial dengan Allah. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". QS. Al-A’raf, 7: 172). Sebagai seorang muslim kita harus memiliki akidah yang kuat karena janji promordial dengan Allah tersebut. Akidah disebut juga tauhid, yaitu mengesakan Allah dengan penuh kesadaran. Syirik adalah dosa yang paling besar. Allah tidak memiliki sekutu. 1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas, 112: 1-4)en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectakidah tauhiden_US
dc.subjectmasjiden_US
dc.titleMesjid Sebagai Tempat Membangun Akidah Tauhiden_US
dc.title.alternativeMosque as a place to build tauhid faithen_US
dc.typeArticleen_US
Appears in Collections:Buletin Taqwa

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Hasyimsyah Nasution - Mesjid Sebagai Tempat Membangun Akidah Tauhid.pdfArticle331.52 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.