Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12606
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNasution, Khairil Azmi-
dc.date.accessioned2020-12-10T02:44:56Z-
dc.date.available2020-12-10T02:44:56Z-
dc.date.issued2018-08-29-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12606-
dc.description.abstractDalam sejarah umat manusia, Nabi Ibrahim dan keturunannya adalah yang mengubah peradaban manusia. Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari kisah perjalanan Nabi Ibrahim dan keturunannya ini? Yang pertama, pelajaran yang dapat kita peroleh yaitu seperti yang terdapat di dalam surat Al-Anfal ayat 75-80. Allah memberikan kita informasi, mengabadikan informasi itu untuk kita contoh. Bahwa Nabi Ibrahim mampu memahami kebenaran Allah dengan logika tauhid yang benar. Ketika banyak masyarakat pada suatu komunitas yang menyembah bintang, Nabi Ibrahim tidak terpengaruh sedikitpun untuk ikut menyembah bintang. Beliau bertanya, “Betulkah ini Tuhanku?”. Lalu ketika Nabi Ibrahim menemukan komunitas lain yang menyembah Qomar, Nabi Ibrahim tidak sedikitpun terpengaruh dengan perbuatan mayoritas. Ia terus mempertanyakan, “Betulkah ini Tuhanku?”. Ketika Nabi Ibrahim merasa buntu, ingin mencari kebenarannya, Nabi Ibrahim menggunakan pendekatan tauhid. “Wahai Tuhan yang sebenarnya, kalau Engkau tidak memberikanku petunjuk, maka aku termasuk seperti merekakaum yang sesat. Maka berilah aku petunjuk untuk memahami keberadaanmu, memahami wujudMu sebenarnya”.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectibrahimen_US
dc.subjecthikmah kisahen_US
dc.titleHikmah Kisah Nabi Ibrahimen_US
dc.typeArticleen_US
Appears in Collections:Buletin Taqwa

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Khairil Azmi - Hikmah Kisah Nabi Ibrahim.pdfArticle246.66 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.