Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12640
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorSusanto, Indra-
dc.date.accessioned2020-12-21T02:31:32Z-
dc.date.available2020-12-21T02:31:32Z-
dc.date.issued2017-07-03-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12640-
dc.description.abstractKepolisian Republik Negara Indonesia belakangan ini sering diuji citranya akibat diterpa berbagai kasus-kasus seperti penyalahgunaan Narkoba dan tindak pidana lainnya. Pertanggungjawaban bagi oknum polisi yang telah menyalahgunakan Narkoba ataupun melakukan tindak pidana lain tidak dilihat dari sadar atau tidaknya oknum tersebut dalam melakukan tindak pidana tersebut, namun dilihat dari perbuatannya karena sudah melanggar hukum yang berlaku serta merusak pandangan masyarakat terhadap citra anggota kepolisian, namun kiranya jangan hanya dilihat dari penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh oknum kepolisian tapi juga harus dilihat mengapa oknum tersebut melakukan perbuatan yang dilarang Undang-Undang. Peneletian ini mengangkat permasalahan : 1. Bagaimana bentuk penanggulangan yang dilakukan terhadap oknum kepolisian yang menggunakan narkotika, 2. Apa yang menjadi faktor oknum kepolisian menggunakan narkotika. Terlibatnya oknum Polri dalam kasus penyalahgunaan narkoba bukanlah menjadi hal yang baru diketahui. Banyaknya kasus yang melibatkan oknum Polri sebagai tersangka penyalahgunaan Narkoba tentu menimbulkan pencitraan yang buruk di mata masyarakat terhadap kinerja Polri sebagai penegak hukum. Timbulnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap oknum tersebut tentu menjadi hal yang miris untuk dirasakan dimana selama ini masyarakat sangat berharap penuh terhadap Polri untuk dapat melaksanakan tugasnya sebaik mungkin dalam menciptakan suatu negara yang aman dan sejahtera. Penelitian ini dilakukan di Polresta Medan dengan bertujuan untuk mengetahui proses penanggulangan penyalahgunaan narkotika di kepolisian Polresta Medan. Upaya pemberian sanksi hukuman terhadap anggota polri yang melakukan penyalahgunaan narkotika bukanlah merupakan solusi yang terbaik, namun kiranya upaya pencegahan yang dilakukan terhadap penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum polri merupakan solusi yang terbaik, lebih baik mencegah daripada memberikan sanksi. Penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh oknum Polri disebabkan beberapa faktor seperti faktor keluarga, faktor ekonomi dimana faktor ini menjadi salah satu faktor dominan yang selalu menjadi alasan oknum Polri menyalahgunakan Narkoba. Kurangnya gaji menjadi penyebab mereka gelap mata untuk terlibat dalam jual-beli narkoba. Faktor lemahnya pengawasan dari atasan juga sangat memperngaruhi oknum Polri menyalahgunaakan Narkoba serta faktor lemahnya mental polisi itu sendiri. Jika dia memiliki mental yang kuat, sebagai penegak hukum dia tidak akan terpengaruh untuk ikut dalam penggunaan maupun pengedaran Narkoba.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectperanan kepolisisianen_US
dc.subjecttindak pidana narkotikaen_US
dc.titlePeranan Kepolisian Terhadap Upaya Pencegahan Dan Penanggulan Tindak Pidana Narkotika di Instansi Kepolisianen_US
dc.title.alternativeThe Role of the Police on Prevention and Overcoming Efforts of Narcotics Crime in the Police Agencyen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
118400163 - Indra Susanto - Chapter IV.pdfChapter IV359.72 kBAdobe PDFView/Open
118400163 - Indra Susanto - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III,Bibliography1.15 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.