Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12938
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorLubis, Rahmi-
dc.date.accessioned2021-02-18T04:10:07Z-
dc.date.available2021-02-18T04:10:07Z-
dc.date.issued2000-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/12938-
dc.description41 Halamanen_US
dc.description.abstractSebelum didirikannya laboratoriwn psikologi yang pertama, psikologi masih terjebak dalam arogansi pikiran sebagai pusat keberadaan manusia yang menganggap bahwa dengan berpikir semua masalah dapat diselesaikan. Wajar sekali mengingat psikologi seperti juga ilmu yang lain memang berakar dari ~lsafat. Baru setelah Wundt mendirikan laboratorium eksperimen psikologi, secara otomatis psikologi beranjak menuju ilmu pengetahuan yang ilmiah clan objek:tif Psikologi telah layak disebut science.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectpsikologien_US
dc.subjecteksperimenen_US
dc.titlePsikologi Eksperimenen_US
dc.title.alternativeEksperimental Psychologyen_US
dc.typeBooken_US
Appears in Collections:Textbooks

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Psikologi Eksperimen.pdfBook7.05 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.