Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/13066
Title: Penerapan Hukum Perikatan dan Akibat Hukum Pembatalan Perjanjian Jual Beli Rumah Pada PT. Interzona Prima
Other Titles: Application of Bond Law and Legal Consequences of Cancellation of House Sale and Purchase Agreement at PT. Interzona Prima
Authors: Swadessy, Gladys
metadata.dc.contributor.advisor: Muazzul
Hidayani, Sri
Keywords: hukum perikatan;pembatalan perjanjian
Issue Date: 13-Nov-2020
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;168400223
Abstract: Memiliki rumah merupakan investasi jangka panjang. Sebelum terjadinya krisis moneter pada tahun 1997, minat masyarakat untuk memiliki rumah yang siap ditempati begitu besar. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pengembang (developer) sebagai pelaku usaha dibidang perumahan, untuk meraup kuntungan yang sebesar-besarnya. Meskipun rumah yang ditawarkan masih belum jadi bahkan belum dibangun atau masih dalam tahap perencanaan, namun banyak diserbu konsumen oleh karena pemasaran yang begitu gencar oleh pihak pengembang. Secara yuridis ada beberapa hal ketentuan yang wajib dipenuhi pengembang (developer) sebelum melakukan Perjanjian Pendahuluan Jual Beli (PPJB) dalam pembangunan perumahan dengan konsumen /pembeli sebagaimana diatur dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Adapun rumusan masalah dalam penelitian tersebut adalah akibata hukum apabila terjadi pembatalan perjanjian jual beli rumah dan bagaimanakah penerapan hukum perikatan terhadap perjanjian jual beli rumah Pada PT. Interzona Prima dan bagaimana pada PT. Interzona Prima. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah hukum normatif yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di PT. Interzona Prima yang beralamat di Jalan Lizadri Putra, Komp. Setia Budi Vista Medan. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data tersebut dikumpulkan dengan metode studi pustaka dan studi lapangan. Data yang telah dikumpulkan dianalisa secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian penulis yang dilakukan adalah Akibat hukum jika dilakukan pembatalan sepihak dan merugikan pihak lain, maka dapat dikatakan perbuatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum (PMH) pasal 1365 KUHPerdata sebagai dasar hukumnya dan apabila debitor melakukan cidera janji sesuai ketentuan pasal 20 ayat (1) UU Hak Tanggungan maka pihak Bank dapat menjual objek untuk melunasi utang debitor terhadap kreditor. Penerapan hukum perikatan terhadap perjanjian jual beli rumah yang di lakukan oleh PT. Interzona Prima yaitu dengan menerbitkan PPJB. Adapun maksutkan diterbitkannya PPJB yaitu untuk mengikat perjanjian antara pihak pengembang dan konsumen dalam melakukan kewajibannya masing-masing sebagaimana yang tertuang dalam PPJB. Selanjutnya, pengembang akan mengeluarka Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat dan ditandatangani di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk mengalihkan atau memecah pemilikan tanah dan rumah dari pengembang kepada setiap konsumen. Owning a house is a long-term investment. Before the monetary crisis in 1997, the interest of the people to have a house that was ready to be occupied was very large. This was put to good use by developers as developers in the housing sector, to make the most of their profits. Even though the houses offered are still not finished or not even built or are still in the planning stage, many consumers are invaded because of the intense marketing by the developers. Legally there are several conditions that must be fulfilled by the developer (developer) before entering into a Preliminary Purchase Agreement (PPJB) in the construction of housing with consumers / buyers as regulated in Article 42 paragraph (1) and paragraph (2) of Law Number 1 Year 2011 regarding Housing and Settlement Areas. The formulation of the problem in this research is How is the application of the law of engagement to the sale and purchase agreement of houses at PT. Interzona Prima and how the legal consequences if there is a cancellation of the sale and purchase agreement of houses at PT. Interzona Prima. This type of legal research used is descriptive normative law. The location of the study was conducted at PT. Interzona Prima having its address at Jalan Lizadri Putra, Komp. Setia Budi Vista Medan. The data used consists of primary and secondary data. The data is collected by library study and field study methods. The data that has been collected is analyzed qualitatively. Based on the results of the author's research carried out is the legal consequence if a one-sided cancellation is carried out and it harms other parties, it can be said that the act is an act against the law (PMH) Article 1365 of the Civil Code as the legal basis. So if the debtor commits a default in accordance with the provisions of Article 20 paragraph (1) of the Mortgage Rights Law, the Bank may sell the object to pay off the debtor's debt to the creditor. The application of the contract law to the house sale and purchase agreement made by PT. Interzona Prima, namely by issuing PPJB. As for the purpose of the issuance of PPJB, namely to bind an agreement between the developer and the consumer in carrying out their respective obligations as set out in the PPJB. Furthermore, the developer will issue a Sale and Purchase Deed (AJB) which is drawn up and signed in front of the Land Deed Making Official (PPAT) to transfer or divide ownership of land and houses from the developer to each consumer.
Description: 64 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/13066
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
168400223 - Gladys Swadessy - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III,Bibliography4.77 MBAdobe PDFView/Open
168400223 - Gladys Swadessy - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV620.04 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.