Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/1585
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorPadang, Kartini Deliana-
dc.date.accessioned2017-09-08T07:28:57Z-
dc.date.available2017-09-08T07:28:57Z-
dc.date.issued2017-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/123456789/1585-
dc.descriptionBanyaknya permaslahan kesehatan yang terjadi di Indonesia, khususnya pada saat Pemerintah Era Jokowi, telah melakukan beberapa terobosan salah satunya dengan meluncurkan Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), sejak November Tahun 2014. Peluncuran KIS ternyata masih meninggalkan sejumlah pertanyaan dikalangan masyarakat, saat ini ada beberapa program serupa yang masih beroperasi, contohnya Kartu Askes, Kartu Jamkesmas, Kartu JKN-BPJS Kesehatan, KJS, e-ID BPJS Kesehatan masih tetap berlaku dan dapat dipergunakan untuk mendapatkan Jaminan Kesehatan SJSN (JKN). Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah nama untuk Program Jaminan Kesehatan SJSN (JKN) bagi penduduk Indonesia, khususnya fakir miskin dan tidak mampu serta iurannya dibayarkan oleh Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriftif dengan sampel diambil secara purposive samping sebanyak 48 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementas Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi belum terlaksana dengan optimal hal ini terlihat dari : Aspek Komunikasi menunjukkan, bahwa masih ada yang kurang mengetahui atas Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga perlu dilakukan sosialisasi yang meliputi Apa Itu Program Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), Tujuan Program Kartu Indonesia Sehat ( KIS ), dan Sosialisasi Peraturan ataupun Perundangan yang terkait. Aspek Sumber Daya menunjukkan, bahwa masih ada SDM yang belum memiliki keahlian, kewenangan masih belum diberikan seluruhnya, dana masih belum mencukupi, sarana dan prasarana masih kurang dalam mendukung pelaksanaan Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga perlu dilaksanakan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas SDM aparatur, meningkatkan pendanaan dan sarana prasarana aparatur. Aspek Kecenderungan - kecenderungan menunjukkan, dana masih belum memadai untuk menjalankan program, sehingga perlu ditingkatkan pendanaan untuk program, sehingga masyarakat miskin yang terdata bisa seluruhnya masuk sebagai peserta Program Kartu Indonesia Sehat. Aspek Struktur Birokrasi menunjukkan, bahwa belum ada keterpaduan antara aparat/pegawai dalam pelaksanaan tugas akibat kurangnya koordinasi, sehingga perlu ditingkatkan koordinasi antara aparatur/pegawai yang terlibat dalam Implementasi Program Kartu Indonesia Sehat (KIS).en_US
dc.description.abstractThe number of health problems occurring in Indonesia, especially during the Era Jokowi Government, has made several breakthroughs by launching the Healthy Card Indonesia Program (KIS) since November 2014. The launch of KIS still leaves some questions among the community, Similar programs that are still in operation, eg Askes Card, Jamkesmas Card, JKN-BPJS Health Card, KJS, e-ID BPJS Health are still valid and can be used to obtain SJSN Health Insurance (JKN). The Healthy Card Indonesia Program (KIS) is the name for the SJSN Health Insurance Program (JKN) for the Indonesian population, especially the poor and underprivileged and the contribution paid by the government. This study aims to know and analyze the Healthy Card Program (KIS) in Sidikalang District Dairi Regency. The research was conducted by descriptive method with the samples taken by purposive side as many as 48 people. He results of this study indicate that the Implementation of Healthy Card Program (KIS) in Sidikalang District of Dairi Regency has not been implemented optimally as seen from: Communication Aspect shows that there are still less know about Healthy Card Program (KIS) so it needs to be socialized. Covering What is a Healthy Card Indonesia Program (KIS), a Healthy Card Program Purpose (KIS), and the Socialization of Related Regulations or Legislation. Resource aspect shows that there are still human resources that do not have expertise yet, the authority is still not given fully, the fund is still insufficient, the facilities and infrastructure are still lacking in supporting the implementation of Healthy Card Indonesia Program Implementation (KIS) so training needs to be done in order to improve the quality HR apparatus, increase funding and infrastructure facilities apparatus. Aspects of Trends indicate that funds are still insufficient to run the program, so funding needs to be increased for the program so that the poor who are registered can be entirely entrusted as participants of the Healthy Card Indonesia Program. Aspects of Bureaucracy Structure indicate that there is no integration between officers / officers in the implementation of duties due to lack of coordination, so it needs to be improved coordination between apparatus / staff involved in Healthy Card Indonesia Program Implementation (KIS).en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectImplementasi Kebijakanen_US
dc.subjectProgram Kartu Indonesia Sehat (KIS)en_US
dc.titleImlementasi Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Dairi (Studi di Kecamatan Sidikalang)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:MT - Master of Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
151801055_file 1.pdfCover81.06 kBAdobe PDFView/Open
151801055_file 2.pdfAbstract46.93 kBAdobe PDFView/Open
151801055_file 3.pdfIntroduction50.54 kBAdobe PDFView/Open
151801055_file 4.pdfChapter I64.35 kBAdobe PDFView/Open
151801055_file 5.pdfChapter II176.81 kBAdobe PDFView/Open
151801055_file 6.pdfChapter III48.69 kBAdobe PDFView/Open
151801055_file 8.pdfReference48.46 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.