Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/17514
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAlfita, Laili-
dc.contributor.authorFahlevy, Iqbal-
dc.date.accessioned2022-06-29T09:39:13Z-
dc.date.available2022-06-29T09:39:13Z-
dc.date.issued2022-03-30-
dc.identifier.urihttp://repository.uma.ac.id/handle/123456789/17514-
dc.description166 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dimana bertujuan untuk mengetahui sikap dari penerimaan diri seorang ibu yang memiliki anak autisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis. Jumlah Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Penyebab terjadinya autisme pada kedua anak responden adalah tidak mampu untuk berbicara secara normal seperti pada anak-anak seusianya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa responden pertama berada pada tahap kelima yaitu tahap penerimaan, responden pertama mampu dalam menerima keterbatasan anaknya, kelebihan dan kekurangannya serta menerima sepenuhnya kondisi anaknya yang meyandang autisme. Responden kedua berada pada tahap tawar-menawar (Bargaining), responden kedua mau tidak mau harus menerima keadaan anaknya yang didiagnosis menyandang autisme, ini membuat responden kedua memiliki kekhawatiran yang berlebihan hingga memberi batasan pada anaknya. Bentuk penerimaan kedua responden adalah keyakinan bahwa kedua responden mampu dalam menerima anaknya dan menjalani kehidupan dengan segala kekurangan dan kelebihan. Harapan kedua responden adalah menginginkan bakat anaknya berkembang dengan baik. which aims to determine the attitude of self-acceptance of a mother who has a child with autism. This study uses a qualitative method using a phenomenological approach. Total The number of respondents in this study were 2 people. Data collection techniques using interview and observation methods. The cause of autism in the two respondent's children is not being able to speak normally as in children his age. The results of the study explain that the first respondent is in the fifth stage, namely the acceptance stage, the first respondent is able to accept the limitations of his child, his strengths and weaknesses and fully accept the condition of his child with autism. The second respondent is at the bargaining stage (Bargaining), the second respondent inevitably has to accept the condition of his child who is diagnosed with autism, this makes the second respondent have excessive worries to put limits on his child. The form of acceptance of the two respondents is the belief that both respondents are able to accept their children and live life with all their weaknesses and strengths. The hope of the two respondents is that they want their children's talents to develop well.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;178600018-
dc.subjectPenerimaan Dirien_US
dc.subjectSelf Acceptanceen_US
dc.subjectIbuen_US
dc.subjectMotheren_US
dc.subjectAnaken_US
dc.subjectChilden_US
dc.subjectAutismeen_US
dc.subjectAutismen_US
dc.titlePenerimaan Diri pada Ibu yang Memiliki Anak Autismeen_US
dc.title.alternativeSelf-Acceptance to Mothers Who Have Autism Childrenen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
178600018 - Iqbal Fahlevi - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV508.45 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
178600018 - Iqbal Fahlevi - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.4 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.