Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/18028
Title: Strategi Pengembangan Ubi Kayu di Kabupaten Serdang Bedagai
Other Titles: Cassava Development Strategy in Serdang Bedagai District
Authors: Zuhry, Salman
metadata.dc.contributor.advisor: Miftahuddin
Rahman, Abdul
Keywords: manajemen strategi dan kebijakon;faktor strategis internal dan eksternal;matriks IFAS dan EFAS;QSPM;strategy and policy management;internal strategic factors and external
Issue Date: 20-Jul-2012
Series/Report no.: NPM;111802023
Abstract: Kabupaten Serdang Bedagai merupakan daerah yang sesuai untuk pengembangan tanaman ubi kayu. Produlai ubi knyu di daerah ini cukup tinggi jifta dibanding dengan produksi doerah latn di Sumatera (Jtara atau dt Indonesta pada umumnya. Kabupaten Serdang Bedagai dipilih sebagai tempat dalam penelitian tni dengan alasan bahwa Kabupaten Serdang Bedagoi merupakan daerah sentra produlxi ubi kayu terbesar kedua di Sumatera Utara. Perumusan masalsh dalam penelition ini odalah: l) Bagaimono gambaran knndisi terktni pengembangan ubi koyu di Kabupaten Serdang Bedagai, mencakup perkembangan usahatani dan industri pengolahannya, prospek pasqr, potensi dan peluang tnvestasi sertq dukungan kebtjakan. 2)Apa saja fahor-falaor eksternal dan internal yqng mempengoruhi pengembangan ubi koy" di Kabupaten Serdang Bedagai. , Bagaimana strategi yang tepat untuk pengembangan ubi kayu di Kabupaten Serdang Bedagai. Teori yang digunaknn dolam penelitian penelitian ini adalah teori strategi dan kebijolran agribisnis yang berkaitan dengan orah kebtjakan pemerintah secara ekanomi milcro dan mal<ro pada suatuwilayah. Penelitian int menggunakan metode observasi dt daerah penelitian dengan instrument penelitian berupa kutsioner dan wowancara dalam mengumpulkan data primer dan sekunder. Jenis penelitian ini adalah deslviftif Responden sebanyak 5 orang yaitu: Kepala Dinas Pertanian, Kosubdis Produksi,'Penyuluh Pertanian, Ketua Kelompok Tani dan Akademtsi yang berada di linghry wilayah Kabupaten Serdang Bedagai.Data dari penelitian ini di analisis dengan menggunakan Analisis SWOT sebagai alat untuk mencari strategi alternatif yang tepat dalam rangka pengembangan ubi kayu sebagai bahon baku makanan olahan dan tndustry di Kabupaten Serdang Bedagai. Hasil penelitian ini diperoleh strategi alternatif sebagai prioritas strategi pengembangan ubi kayu yaitu: Meningkotkan lwalitas SDM petani (STAS rata-rata 5,840), Membentuk kaperasi petani ubi kayu sebagai sarona penlruluhan, pendidiknn, pengenalan telonlogi dan akses permodalan (STAS rata-rata : 5,777), Mengadokan pendidikan dan pelatihon bagi petani untuk mentngkatkan pengetahuan dan penguasaan telcnologi (srAS rota-rata : 5,774), Memanfoatkan anggaran otonomi daerah untuk meningkatkan produksi ubi kayu sehingga mampu memenuhi kebutuhan industrt (STAS rata-ruta : 5,735), Memperluas areal penanaman ubi kayu (STAS rata-rata : 5,673), Menjalin kerjasama dengan industrt dalam permodalan dan pemasaran usaha tani ubt kayu (STAS rata-rata : 5,571), Meningkotkan intensifilrnsi usaha tani ubi kayu agar mutu dapat bersaing dan menguntungkan (STAS rats-rata : 5,441), Menggalakan pemakaian bibit (klon) unggul (sTAS ratarata: 5,263). Saran penelitian yaitu Untuk dapat melaksanakan s*ategt alternatif yang ditawarkan diperlukan syarahsyarat sebagai berikut: a) Koordinasi Dinas iii7k"p pertanion dolam rangka pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku makanan olahon dan industri sebagoi upaya peningkntan produksi untuk memenuhi ftebutuhan ubi kayu yang terus meningkat. b) Sinlcrontsasi program antara dinas pertanian dengan dinos loin yang terkait di tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten. c) Diperlulrnn partisipasi aktif kelompok tani dan petani dalam rangka pengembangan ubt kayu. d) Kebiiakan pembangunan dari pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten. Serdang Bedagai Regency is an area that is suitable for cassava plant development. The production of yam knyu in this area is quite high compared to regional production in Sumatra (Jtara or dt Indonesta in generally. Serdang Bedagai Regency was chosen as the site for this research on the grounds that Serdang Bedagoi Regency is a central area second largest cassava production in North Sumatra. Formulation of the mass in This research is done: l) How to describe the current condition of sweet potato development koyu in Serdang Bedagai Regency, including the development of farming and processing industry, market prospects, investment potential and opportunities and policy support. 2) What are the external and internal factors? affect the development of yam koy" in Serdang Bedagai Regency. What is the right strategy for cassava development in Serdang Regency Be different. The theory used in this research is strategy theory and agribusiness policies related to government policies micro- and mal-ro-economy in a region. This research uses the observation method in the research area with research instruments in the form of questionnaires and interview in collecting data primary and secondary. This type of research is descriptive. Respondents are 5 people, namely: Head of the Agriculture Service, Kosubdis Production, Agricultural Extension Officer, Head of the Farmers and Academy Groups who are in the Linghry of the Regency Serdang Bedagai. The data from this study were analyzed using Analysis SWOT as a tool to find the right alternative strategy in order to development of cassava as raw material for processed food and industry in Serdang Bedagai Regency. The results of this study obtained alternative strategies as strategic priorities cassava development, namely: Improving the quality of human resources of farmers (average STAS 5,840), Forming a cooperative of cassava farmers as a means of decay, education, introduction to technology and access to capital (average STAS: 5,777), Provide education and training for farmers to increase knowledge and mastery of technology (average srAS: 5,774), Utilizing the budget regional autonomy to increase cassava production so that it can meet the industrial needs (average STAS : 5,735), Expanding cassava planting area (average STAS: 5,673), Establish cooperation with the industry in capital and marketing of cassava farming business (average STAS: 5.571), increasing intensification of cassava farming so that the quality can be competitive and profitable (STAS rats: 5,441), Promote the use of superior seeds (clones) (average sTAS: 5,263). Research suggestions are to be able to carry out alternative strategies that offered, the following conditions are required: a) Coordination of the Office III7k"p agriculture in the context of developing cassava as a food raw material processing and industry as an effort to increase production to meet needs cassava that continues to increase. b) Program synchronization between agriculture offices with the relevant loin dinos at the sub-district and district levels. c) There is a need for active participation of farmer groups and farmers in the context of development wood stick. d) Development policies from the central government and the government districts.
Description: 104 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/18028
Appears in Collections:MT - Master of Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
111802023 - Salman Zuhry - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III,V Bibliography7.88 MBAdobe PDFView/Open
111802023 - Salman Zuhry - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV3.33 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.