Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19038
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorOktaviani, Rahayu Dian-
dc.date.accessioned2022-12-27T03:39:13Z-
dc.date.available2022-12-27T03:39:13Z-
dc.date.issued2022-10-01-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19038-
dc.description32 Halamanen_US
dc.description.abstractIndonesia memiliki beragam varietas salak, salah satunya salak sidempuan (Salacca sumatrana). Cendawan perusak pascapanen buah salak sidempuan merupakan salah satu penyebab kerugian hasil panen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis cendawan perusak pascapanen terhadap buah salak sidempuan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif serangan cendawan terhadap buah salak 2 hari dan 4 hari setelah dipanen. Sampel yang digunakan sebanyak 1.000 g, sampel kemudian dibagi menjadi dua bagian sebanyak 500 g langsung dianalisis dan 500 g lainnya disimpan selama 4 hari. Populasi cendawan dianalisis menggunakan metode pengenceran berderet menggunakan cawan tuang pada medium PDA. Uji patogenitas ditentukan berdasarkan intensitas serangan cendawan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 spesies cendawan yaitu, Penicillium citrinum dan miselia sterilia yang dijumpai pada buah salak 2 hari setelah panen sedangkan Aspergillus sp. A. niger dan Penicillium. sp. Dijumpai pada buah salak 4 hari setelah panen. Diantara cendawan perusak pascapanen pada buah salak didominasi oleh miselia sterilia dengan populasi 23×102 CFU/g. Uji patogenitas terhadap buah salak setelah 2 hari panen menunjukan Aspergillus niger memiliki persentase tertinggi (100%) kerusakan nya terutama terjadi pada kulit dan daging buah. Indonesia produce various varieties of salak, one of which is sidempuan salak (Salacca sumatrana). Post-harvest destroying fungi one of the most yield losses on sidempuan salak cause crop losses. The purpose of this study was to enumerate and pathogenicity of postharvest destroying fungi on sidempuan salak. The method used in this research is method on salak that descriptive. The samples used were 1.000 g, 500 gram of harvested salak samples and 500 gram of postharvest salak. The results showed that there were five types of fungi that caused damage to the sidempuan salak fruit, Penicillium citrinum, miselia sterilia, Aspergillus sp. A. niger and P.sp. postharvest destructive fungi are dominated by sterile among the postharvest fungi, mycelia sterilia was the most found with population 23×10-2 CFU/g. pathogenicity test showed that Aspergillus niger had the highest percentage of 100% damaged of the fruit.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;178700015-
dc.subjectsalak sidempuanen_US
dc.subjectcendawanen_US
dc.subjectpascapanenen_US
dc.subjectfungusen_US
dc.subjectpost-harvesten_US
dc.titleCemaran Cendawan Perusak Pasca Panen Buah Salak Sidempuan (Salacca sumatrana)en_US
dc.title.alternativePost-harvest Fungus Contamination of Sidempuan Salak Fruit (Salacca sumatrana)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Biology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
178700015 - Rahayu Dian Oktaviani Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography493.32 kBAdobe PDFView/Open
178700015 - Rahayu Dian Oktaviani Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV409.11 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.