Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19266
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorFauzan, Muhammad Rifki-
dc.date.accessioned2023-02-02T07:25:38Z-
dc.date.available2023-02-02T07:25:38Z-
dc.date.issued2019-04-09-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/19266-
dc.description67 Halamanen_US
dc.description.abstractCabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Masalah yang sering ditemui dalam budidaya tanaman cabai adalah serangan hama. Kutu daun adalah salah satu yang paling banyak hama penting pada tanaman karena keberadaannya juga dapat berperan sebagai vektor penyakit (Herlinda, et al., 2010). Upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut memerlukan pemahaman tentang agroekosistem pengelolaan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). dan menggunakan kontrol berbasis tanaman. Salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah limbah tempurung kelapa untuk pembuatan asap cair. Selain menggunakan pengendalian nabati juga terdapat upaya pengendalian hayati yaitu dengan menggunakan B. bassiana. Penelitian ini dilakukan di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut (dpl). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga September 2018. Penelitian ini dilakukan di a Rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu: Faktor I adalah perlakuan aplikasi asap cair dan B. bassiana (notasi H), yang terdiri dari 5 taraf yaitu: H0 Kontrol tanpa perlakuan H1 Asap cair tempurung kelapa 75 ml/L air, H2 Cairan tempurung kelapa asap 150 ml/L air, H3 jamur Beauveria bassiana 2 kg/Ha atau konsentrasi 250 g/l air, H4 jamur Beauveria bassiana 1 kg/Ha atau konsentrasi 125 g/l air. Faktor II adalah penggunaan waktu aplikasi (notasi W) terdiri dari 3 taraf yaitu: W1 saat tanam, W2 1 minggu setelah tanam, W3 2 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman (cm), Persentase Aphid Serangan (%), Produksi Tanaman Cabai per Petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asap cair dan jamur B. bassiana berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, persentase serangan kutu daun dan tanaman cabai produksi tanaman per petak. Dalam hal ini penggunaan asap cair tempurung kelapa lebih efektif dalam mengendalikan kutu daun pada tanaman cabai merah dibandingkan penggunaan jamur B. bassiana. Interval waktu perlakuan penyemprotan asap cair tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah tanaman. Red chili (Capsicum annuum L.) is a commodity that has high economic value. The problem that is often encountered in the cultivation of chili plants is pest attacks. Aphids are one of the most important pests on plants because their presence can also act as disease vectors (Herlinda, et al., 2010). Efforts made to reduce these negative impacts require an understanding of agroecosystem management with the principles of Integrated Pest Management (IPM). and use plant-based controls. One that can be utilized is coconut shell waste for the manufacture of liquid smoke. Apart from using plant-based control, there are also biological control efforts, namely using B. Bassiana. This research was conducted in Sena Village, Batang Kuis District with a height of 30 meters above sea level (asl). This research was conducted from June to September 2018. This research was carried out in a factorial randomized block design with 2 treatment factors, namely: Factor I was the treatment of liquid smoke and B. bassiana applications (notation H), which consisted of 5 levels, namely: H0 Control without treatment H1 Coconut shell liquid smoke 75 ml/L water, H2 Coconut shell liquid smoke 150 ml/L water, H3 Beauveria bassiana mushroom 2 kg/Ha or concentration of 250 g/l water, H4 Beauveria bassiana mushroom 1 kg/Ha or concentration of 125 g/l water. Factor II is the use of application time (notation W) consisting of 3 levels, namely: W1 at planting, W2 1 week after planting, W3 2 weeks after planting. The parameters observed were plant height (cm), Percentage of Aphid Attack (%), Chili Plant Production per Plot (kg). The results showed that the treatment of liquid smoke and B. bassiana fungus had a significant effect on plant height, percentage of aphids attack and chilli plant production per plot. In this case the use of coconut shell liquid smoke was more effective in controlling aphids on red chili plants than the use of the B. bassiana fungus. The time interval treatment of spraying liquid smoke had no significant effect on the growth and production of red chili plants.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;138210019-
dc.subjectliquid sapen_US
dc.subjectbassiana mushroomen_US
dc.subjectred chili planten_US
dc.subjectasap cairen_US
dc.subjecttanaman cabe merahen_US
dc.titleAplikasi Asap Cair Tempurung Kelapa Grade 3 Dan Jamur Beauveria Bassiana Terhadap Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Dari Serangan Kutu Daun (Aphis Gossypii)en_US
dc.title.alternativeGrade 3 Coconut Shell Liquid Smoke Application And Beauveria Bassiana Mushroom Against Plants Red Chili (Capsicum Annuum L.) From Attack Aphids (Aphis Gossypii)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
138210019 - Muhammad Rifki Fauzan - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV337.56 kBAdobe PDFView/Open Request a copy
138210019 - Muhammad Rifki Fauzan - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.12 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.