Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20344
Title: Komunikasi Koersif dalam Penyidikan Penyalahguna Narkotika di Badan Narkotik Nasional Provinsi Sumatera Utara
Other Titles: Coercive Communication in the Investigation of Narcotics Abuse at the National Narcotics Agency of North Sumatra Province
Authors: Simarmata, Jon Henri Raja Mula Tua
metadata.dc.contributor.advisor: Sahputra, Dedi
Keywords: komunikasi;koersif;penyidik;BNNP;penyalahguna;communication;coercive;investigator;BNN;abusers
Issue Date: Sep-2022
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;188530108
Abstract: Komunikasi memiliki banyak jenis dalam tujuan salah satunya adalah koersif. Komunikasi koersif adalah proses penyampaian pesan seseorang kepada orang lain dengan ancaman atau sanksi untuk merubah sikap, opini, dan tingkah laku. Penggunaan komunikasi koersif digunakan oleh penyidik di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara dalam melakukan penyidikan terhadap penyalahguna narkotika agar dapat memperoleh informasi yang diperlukan mengenai kasus yang dilanggar tersangka penyalahguna.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi koersif yang digunakan penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara yang berlokasi di jalan Balai Pom No.1 Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu melakukan wawancara kepada narasumber yang sudah ditentukan yaitu 2 orang di BNNP sumutpenyidik dan penyalahguna narkotika dalam mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini adalah penyidik menggunakan komunikasi koersif ketika penyalahguna narkotika tidak kooperatif selama proses penyidikan. Komunikasi koersif yang digunakan yaitu bentuk verbal dan nonverbal yang dimana verbal berupa bentuk ancaman dan sanksi yang akan diberikan jika tidak kooperatif dan bentuk nonverbal adalah kekerasan fisik baik menggunakan tangan ataupun benda tumpul.Komunikasi koersif sangat efektif dalam penyidikan dan menjadi cara terakhir untuk mendapat informasi lebih cepat dari penyalahguna narkotika. Communication is the process of conveying meaning from individuals or groups to other groups through the use of signs, symbols, and semiotic rules that are understood together. or sanctions to change attitudes, opinions, and behavior. Where the use of coercive communication is used by investigators at the National Narcotics Agency of North Sumatra Province in conducting investigations against narcotics abusers in order to obtain the necessary information regarding cases that have been violated by suspected abusers. The purpose of this study was to determine How is the use and effect of the use of coercive communication used by BNNP SUMUT investigators located on Jalan Balai Pom No.1 Percut Seituan, Deli Serdang, North Sumatra. The research method uses qualitative methods as a data collection technique. The result of this study is that investigators use coercive communication. The result of this study is that investigators use coercive communication when when narcotics abusers are not cooperative during the investigation process. Coercive communication used is verbal and non-verbal where verbal is a form of threats and sanctions that will be given if uncooperative and non-verbal is physical violence using hands or blunt objects. This coercive communication is very effective in obtaining information in the investigation and being the last way to get information faster from narcotics abusers.
Description: 76 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20344
Appears in Collections:SP - Communication Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188530108 - Jon Henri Raja Mula Tua Simarmata Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography870.32 kBAdobe PDFView/Open
188530108 - Jon Henri Raja Mula Tua Simarmata Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV210.39 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.