Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20376
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSusiilawati-
dc.contributor.advisorSembiring, Zulfikar-
dc.contributor.authorSiahaan, Johannes Kristanto-
dc.date.accessioned2023-07-18T04:50:28Z-
dc.date.available2023-07-18T04:50:28Z-
dc.date.issued2023-03-31-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20376-
dc.description83 Halamanen_US
dc.description.abstractPolusi masih menjadi masalah lingkungan utama di dunia. Polusi udara, air, tanah, kimia, logam sering dijumpai di lingkungan. Diantara pencemaran-pencemaran ini, pencemaran udara adalah penyebab kematian paling sering terjadi. di Kota Medan 60% dari total pencemaran udara berasal dari sektor transportasi, jumlah kendaraan bermotor di Kota Medan pada tahun 2019 mencapai 275.375 unit yang terdiri dari mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan sepeda motor, kemudian ada sektor industri sebanyak 25%, 10% dari limbah rumah tangga dan sisanya berasal dari sampah. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem monitoring terhadap pencemaran udara untuk memantau kondisi polusi udara di Kota Medan. Penelitian ini berfokus pada penerapan metode Naïve Bayes dalam menentukan tingkat kualitas udara dengan menggunakan sebanyak 249.364 data polusi yang diperoleh dari perangkat selama satu bulan percobaan yang dipasang pada 3 titik jalan di Kota Medan yaitu jalan Sei Deli, Tembung dan KIM. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa kualitas udara di 3 titik jalan di Kota Medan yaitu jalan Sei Deli, Tembung dan KIM masih tergolong pada kategori sedang dan hanya pada waktu tertentu terdapat kategori tidak sehat. Pollution is still a major environmental issue in the world. Air, water, soil, chemical, and metal pollution are often found in the environment. Among these pollutions, air pollution is the most common cause of death. In Medan City, 60% of air pollution comes from the transportation sector. In 2019, the number of motor vehicles in Medan City reached 275,375 units, consisting of passenger cars, buses, trucks, and motorcycles. The industrial sector accounted for 25%, household waste accounted for 10%, and the rest came from garbage. Therefore, an air pollution monitoring system is needed to monitor air pollution conditions in Medan City. This study focuses on the application of the Naïve Bayes method to determine the level of air quality using 249,364 pollution data obtained from devices installed at three locations in Medan City, namely Sei Deli, Tembung, and KIM roads, for one month of experimentation. Based on the results of the study, it was found that the air quality in the three locations in Medan City is still classified as moderate, and only at certain times is it categorized as unhealthy.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;178160092-
dc.subjectpolusi udaraen_US
dc.subjectnaïve bayesen_US
dc.subjectkota medanen_US
dc.subjectsistem monitoringen_US
dc.subjectair pollutionen_US
dc.subjectnaïve bayesen_US
dc.subjectmedan cityen_US
dc.subjectmonitoring systemen_US
dc.titlePenerapan Metode Naïve Bayes untuk Menentukan Tingkat Polusi Udara di Kota Medanen_US
dc.title.alternativeApplication of the Naïve Bayes Method to Determine Air Pollution Levels in Medan Cityen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Informatic Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
178160092 - Johannes Kristanto Siahaan - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.14 MBAdobe PDFView/Open
178160092 - Johannes Kristanto Siahaan - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV758 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.