Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20501
Title: Hubungan antara Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Kenakalan Remaja di Mts Amal Shaleh Medan
Other Titles: Corelation between Family Harmonisation to Juvenile Deliquency at Mts Amal Shaleh Medan  
Authors: Masrury, Fitra
metadata.dc.contributor.advisor: Tarigan, Mustika
Budiman, Zuhdi
Keywords: keharmonisan keluarga;kenakalan remaja;remaja;family harmonisation perception;juvenile deliquency;adolecences
Issue Date: 3-May-2012
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;078600298
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persepsi keharmonisan keluarga terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 44 orang, dengan menggunakan Teknik sampling product moment. Berdasarkan analisis data yang digunakan, maka didapatkan hasil sebagai berikut: 1 ). Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara persepsi keharmonisan keluarga dengan kenakalan remaj a. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy= -0.674; p < 0,050. Hasil ini mengartikan bahwa semakin negatif persepsi keharmonisan keluarga maka semak:in tinggi pula kenak.a!an remaja, sebaliknya semakin positif persepsi keharmonisan keluarga, maka semakin negatif kenakalan remaja. Berdasarkan hasil ini, maka hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini, dinyatakan diterirna. 2) Sumbangan yang diberikan oleh kenakalan remaja terhadap persepsi keharmonisan keluarga adalah sebesar 45.40 %. Hal ini berarti, berdasarkan basil penelitian ini terdapat masih terdapat 54.6 % hal lainnya yang mampu mempengaruhi persepsi keharmonisan keluarga yang tidak dapat terlihat dalam penelitian ini, dimana faktor-faktor lain tersebut antara lain komunikasi interpersonalm tingkat ekonomi keluarga, sikap orang tua, dan ukuran keluarga. Kemudian, Berdasarkan penelitian juga diketahui bahwa secara umum, bahwa para siswa-siswi dinyatakan memiliki persepsi keharmonisan keluarga yang tergolong rendah sebab nilai rata-rata hipotetik (125 .00) > dari nilai rata-rata empirik (89.045). Nilai persepsi keharmonisan keluarga yang rendah ini menunjukk:an kenakalan remaja yang tinggi sebab nilai rata-rata empirik (154.090) < ni!ai rata-rata hipotetik (127.50). This research to find out main roie of famiiy harmonisation perception to juvenile deliquency. This research is using 44 person as the sample, with used product moment as sampling technique. The analysis data is shown the result; 1). There are negative significant relationship betweeen family harmonisation perception dan juvenile deliquency. It is been proved with corelation coeffition r,,,."Y= -0.674; p < 0,050. Based from the result it is proved that the hipotesis is being accepted. 2) Juvenile deliquency gived family harmonisation perception 45,40 %. And it is mean, there are 54.6 % other thing that can prove family harmonisation perception. And then, based from the research known that the pupil have low family harmonisation perception because the mean hypotetic (125.00) > than the empiric mean (89.045). then, low family harmonisation perception shown that high juvenile deliquency because mean of empiric (154.090) <mean of hypotetic (127.50).
Description: 65 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20501
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
078600298 - Fitra Masrury - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography4.19 MBAdobe PDFView/Open
078600298 - Fitra Masrury - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV1.18 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.