Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20771
Title: Penggunaan Limbah Cair Tahu dan AB Mix dalam Budidaya Selada (Lactuca sativa L) Secara Sistem Hidroponik Sistem Wick
Other Titles: Use of Tofu Liquid Waste and AB Mix in Lettuce (Lactuca sativa L) Cultivation Using the Wick System Hydroponic System
Authors: Siboro, Erwinsyah Alvian
metadata.dc.contributor.advisor: Tantawi, Ahmad Rafiqi
Keywords: hidroponik;selada;limbah tahu;hydroponics;lettuce;tofu waste
Issue Date: Apr-2023
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;178210131
Abstract: Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun perkembangannya tidak terbatas. Hidroponik merupakan salah satu cara budidaya yang lebih banyak diminati dan dibudidayakan. Hidroponik, berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata hydro yang berarti air dan kata ponos yang berarti kerja, oleh karena itu metoda hidroponik dapat diartikan sebagai suatu metoda pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan tanah. Penanaman secara hidroponik dapat dilakukan di perkotaan yang lahanya tidak terlalu luas. Sistem hidroponik rumah tangga yang paling umum adalah sistem sumbu. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial yang terdiri dari 5 taraf dan 1 kontrol menggunakan nutrisi AB mix masing-masing taraf sebanyak: 4 kali pengulangan, dengan notasi T yaitu : T0 = AB Mix 500-700ppm T1 = Nutrisi Limbah Tahu 400ppm 600ppm T2 = Nutrisi Limbah Tahu 500ppm-700ppm T3 = Nutrisi Limbah Tahu 600ppm-800ppm. T4 = Nutrisi Limbah Tahu 700ppm-900ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Nutrisi Limbah cair tahu memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, panjang akar, bobot pertanaman sampel, bobot per perlakuan. Lettuce (Lactuca sativa L.) is a vegetable that is well known to the people of Indonesia, but its development is not limited. Hydroponics is a method of cultivation that is more in demand and cultivated. Hydroponics comes from the Latin which consists of the word hydro which means water and the word ponos which means work, therefore the hydroponic method can be interpreted as a method of cultivating plants without using soil. Hydroponic planting can be done in urban areas where the land is not too large. The most common household hydroponic system is the wick system. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) Non Factorial consisting of 5 levels and 1 control using AB mix nutrition for each level: 4 repetitions, with the notation T, namely: T0 = AB Mix 500-700ppm T1 = Waste Nutrients Tofu 400ppm 600ppm T2 = Tofu Waste Nutrients 500ppm-700ppm T3 = Tofu Waste Nutrients 600ppm-800ppm. T4 = Tofu Waste Nutrition 700ppm-900ppm. The results of this study indicate that the use of nutrients from tofu liquid waste has a significant effect on the growth of plant height, number of leaves, leaf color, root length, sample planting weight, weight per treatment.
Description: 45 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/20771
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
178210131 - Erwinsyah Alvian Siboro Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.88 MBAdobe PDFView/Open
178210131 - Erwinsyah Alvian Siboro Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV307.22 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.