Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/21054
Title: Implementasi Peraturan Walikotamedan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Rincian Tugas Dan Fungsi Badan Penanggulanggan Bencana Daerah Kota Medan (Studi Kasus Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan)
Other Titles: Implementation of Medan Mayor Regulation Number 2 of 2018 concerning Details of Duties and Functions of the Medan City Regional Disaster Management Agency (Case Study of Medan City Regional Disaster Management Agency)
Authors: Saragi, Mian Arta Ida
metadata.dc.contributor.advisor: Suharyanto, Agung
Deliana, Marlina
Keywords: implementation;implementasi;medan city bpbd;flood disaster;bencana banjir;bpbd kota medan
Issue Date: 22-Aug-2023
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;198520064
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Rincian Tugas Dan Fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam menanggulangi bencana banjir dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam implementasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Tachjan (2006) yang memiliki tiga indikator yaitu Merancang bangun (Design) program. Melaksanakan (aplication) program. Membangun sistem penjadwalan, (monitoring) dan sarana-sarana pengawasan yang tepat guna serta evaluasi (hasil) pelaksanaan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Medan dalam rincian tugas dan fungsi pada indikator Design adanya empat program BPBD yang mencakup Rencana Induk Penanggulanga Bencana (RIPB) 2020-2024. Indikator kedua belum tercapainya semua program RIPB, indikator ke tiga BPBD Kota Medan memiliki peran dan mandat dalam mengatur system penjabwalan dan monitoring. Maka adanyan indikator tersebut BPBD Kota Medan dapat lebih meningkatkan pelaksanaan program yang sudah di rencanakan agar tercapainya RIPB. Faktor penghambatnya adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan keahliannya, keterbatasan peralatan BPBD kota medan, pada saat pengevakuasian atau lokasi bencana banjir sulit di jangkau dan kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat kota medan dalam menjaga kebersihan. This study aims to examine how the Mayor Regulation of Medan Number 2 of 2018, detailing the tasks and functions of the Medan City Regional Disaster Management Agency (BPBD), is implemented in addressing flood disasters. It also identifies factors hindering its implementation. Using a descriptive research method with a qualitative approach, data was gathered through observation, interviews, and documentation. The study's analysis followed Tachjan's theory (2006), consisting of three indicators: Designing and building programs, implementing programs, and constructing scheduling systems, monitoring, and evaluation. The findings reveal that the Medan City BPBD has four programs aligned with the 2020-2024 Disaster Management Master Plan (RIPB). However, not all RIPB programs have been achieved, and the BPBD's role in scheduling and monitoring is noteworthy. Hindering factors include inadequate human resources matching expertise, limited BPBD equipment, challenges in evacuation during floods, and a lack of community awareness and participation in maintaining cleanliness.
Description: 98 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/21054
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
198520064 - Mian Arta Ida Saragi - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.01 MBAdobe PDFView/Open
198520064 - Mian Arta Ida Saragi - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV958.54 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.