Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22207
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorNur'aini-
dc.contributor.authorRiza, Akmil-
dc.date.accessioned2023-12-04T04:15:07Z-
dc.date.available2023-12-04T04:15:07Z-
dc.date.issued2023-11-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22207-
dc.description115 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah kegagalan sebagian santri dalam melakukan resolusi krisis identitas domain agama selama di pesantren.Gaya pengasuhan guru di pesantren adalah salah satu variabel yang saling terkait dengan masalah tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya pengasuhan enabling dan constraining guru dengan resolusi krisis identitas santri pada domain agama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan subjek penelitian yang menjadi responden adalah seluruh santri Pesantren Modern Nurul Hakim Deli Serdang yang terklasifikasi dalam fase remaja akhir. Penelitian ini menggunakan skala gaya pengasuhan untuk mengukur variabel enabling dan constraining, serta menggunakan skala eksplorasi dan skala komitmen untuk mengukur variabel resolusi krisis identitas. Karena memiliki hipotesis berbentuk asosiatif dengan data berskala ordinal, maka untuk pengujian hipotesis, penelitian ini menggunakan salah satu teknik analisis dari jenis statistik non parametrik, yaitu uji korelasi Rank Spearman. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi Spearman Rank antara gaya pengasuhan enabling guru dengan eksplorasi dalam resolusi krisis identitas domain agama sebesar 0,741. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi versi de Vaus, maka nilai 0,741 ini berada diantara 0,70 dan 0,89 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang sangat kuat. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi Spearman Rank antara gaya pengasuhan enabling guru dengan komitmen dalam resolusi krisis identitas domain agama sebesar 0,735. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi versi de Vaus, maka nilai 0,735 ini berada diantara 0,70 dan 0,89 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang sangat kuat. Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi Spearman Rank antara gaya pengasuhan constraining guru dengan eksplorasi dalam resolusi krisis identitas domain agama sebesar 0,280. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi versi de Vaus, maka nilai 0,280 ini berada diantara 0,10 dan 0,29 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang lemah. Hasil uji hipotesis keempat menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi Spearman Rank antara gaya pengasuhan constraining guru dengan komitmen dalam resolusi krisis identitas domain agama sebesar 0,120. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi versi de Vaus, maka nilai 0,120 ini berada diantara 0,10 dan 0,29 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa kedua variabel tersebut memiliki korelasi yang lemah. This research was motivated by the problem of failure of some students in resolving the identity crisis in the religious domain while at Islamic boarding school. The parenting style of teachers in Islamic boarding schools is one of the interrelated variables with this problem. Therefore, this research aims to knowing the relationship between teachers' enabling and constraining parenting styles resolution of the identity crisis of students in the religious domain. This research uses associative quantitative method with research subjects who are respondents are all students of the Nurul Hakim Modern Islamic Boarding School, Deli Serdang classified in the late adolescent phase. This research uses a style scale parenting to measure enabling and constraining variables, as well uses an exploration scale and a commitment scale to measure variables identity crisis resolution. Because it has an associative form of hypothesis with ordinal scale data, so for hypothesis testing, this research using one of the analytical techniques of the non-parametric statistical type, namely Spearman Rank correlation test. The results of the first hypothesis test show that the value Spearman Rank correlation coefficient between teachers' enabling and parenting styles exploration in identity crisis resolution in the religious domain was 0.741.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;201804033-
dc.subjectgaya pengasuhanen_US
dc.subjectenablingen_US
dc.subjectconstrainingen_US
dc.subjecteksplorasien_US
dc.subjectkomitmenen_US
dc.subjectresolusi krisis identitasen_US
dc.subjectparenting styleen_US
dc.subjectexplorationen_US
dc.subjectcommitmenten_US
dc.subjectresolution identity crisisen_US
dc.titleHubungan Gaya Pengasuhan Enabling dan Constraining Guru dengan Resolusi Krisis Identitas Domain Agama pada Santri Pesantren Modern Nurul Hakim Deli Serdangen_US
dc.title.alternativeThe Relationship between Teacher Enabling and Constraining Parenting Styles with Religious Domain Identity Crisis Resolution in Nurul Hakim Modern Islamic Boarding School Students Deli Serdangen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
Appears in Collections:MT - Master of Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
201804033 - Akmi Riza Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.52 MBAdobe PDFView/Open
201804033 - Akmi Riza Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV510.13 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.