Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22521
Title: Pengaruh Momen Puntir pada Balok Beton
Other Titles: Effect of Twisting Moment on Concrete Beams
Authors: Sibarani, Redison Abdi
metadata.dc.contributor.advisor: Hermanto, Edy
Keywords: momen puntir;balok beton;twisting moment;concrete blocks
Issue Date: Aug-2004
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;998110013
Abstract: Torsi merupakan salah satu momen yang teijadi pada balok beton yang timbul akibat balok memikul beban eksentris dimana titik kerja beban berada di luar sumbu balok. Balok yang memikul pelat tidak simetris pada gudang bertmgkat, balok kantilever dan balok yang memikul pelat adalah merupakan balok-balok yang mengalami torsi. Untuk mengetahui pengaruh momen torsi pada balok-balok seperti itu dihitung dengan menggunakan prosedur analisis struktur yang Iazim (sesuai SKSN I T -15-1991-03) dan perencanaannya didasarkan atas keadaan batas runtuh. Dalam tulisan ini menggunakan beban torsi pada balok beton persegi berturut-turut 25, 30, 35, 40, 45 dan 50 KNm. Mutu beton, mutu baja dimensi penarnpang dan yang lainnya ditetapkan. Terlihat bahwa semakin besar torsi, maka semakin luas penggunaan tulangan memanjang serta semakin mengecil jarak antara sengkang atau dimensi penampang harus diperbesar. Torsion is a moment that occurs in a concrete beam which arises as a result of the beam carrying an eccentric load where the point of action of the load is outside the axis of the beam. Beams that support asymmetrical plates in multi-storey warehouses, cantilever beams and beams that support plates are beams that experience torsion. To determine the effect of torsion moments on such beams, they are calculated using standard structural analysis procedures (according to SKSN I T -15-1991-03) and the planning is based on the collapse limit state. In this paper we use torsion loads on square concrete beams respectively 25, 30, 35, 40, 45 and 50 KNm. Concrete quality, steel quality, cross section dimensions and others are determined. It can be seen that the greater the torque, the wider the use of longitudinal reinforcement and the smaller the distance between stirrups or the cross-sectional dimensions must be enlarged.
Description: 73 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22521
Appears in Collections:SP - Civil Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
998110013 - Redison Abdi Sibarani Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography4.02 MBAdobe PDFView/Open
998110013 - Redison Abdi Sibarani Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV1.43 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.