Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22607
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorWijaya, Muslim-
dc.contributor.authorRianto, Lucky Andri-
dc.date.accessioned2024-01-10T02:18:49Z-
dc.date.available2024-01-10T02:18:49Z-
dc.date.issued2002-12-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/22607-
dc.description80 Halamanen_US
dc.description.abstractKaryawan atau tenaga kerja adalah salah satu bagian terpenting dari faktor produksi daiam suatu perusahaan untuk mencapai tujuan produktivitas yang maksimal oleh karena itu mau tak mau seorang manajer personalia harus memberikan perhatian yang sangat serius terhadap masalah ini. Berbagai usaha dan ikhtiar dilakukan para manajer untuk meningkatkan efektifitas fungsi integrasinya semata-mata hanya untuk mencapau sasaran dan tujuan yang telah disepakati oleh manajemen. Proses kegiatan yang dimulai dari pemilihan tenaga kerja, melatih dan mengembangkan keterampilan mereka dan kemudian memberikan upab (kompensasi) yang cukup adil dan layak, apakah dianggap sudah selesai tugas seorang manajer personalia? Ternyata tidak. Semua karyawan atau tenaga kerja yang sudah mendapatkan gaji yang cukup tinggi dan menempati posisi yang cukup strategis lantas puas dengan apa yang didapatkan dari pekerjaan dan kedudukannya. Hal ini penting untuk membuat karyawan bersedia mengabdikan hidupnya pada organisasi dalam jangka panjang tanpa merasa gelisah, bosan dan pada akhirnya dapat memberikan moti asi untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan, faktor utama yang menentukan adalah smnber daya manusia. Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja akan menunjang efisiensi dan efektifnya perusahaan mencapai tujuannya. Perusahaan makin menyadari hal itu terjadi, bila untuk memperoleh karyawan tidak dilakukan secara tepat dan program pengadaan karyawan juga tidak dilakukan secara efektif, juga karyawan yang diperoleh tidak berdasarkan suatu seleksi yang efektif maka karyawan pun tidak dapat bekerja dengan baik Hal tersebut disebabkan karena karyawan yang diperoleh kurang cakap dan terampil sehingga kegiatan usaha juga tidak mengalami kemajuan yang pesat. Untuk itu penulis menitikberatkan masalah ini pada beberapa hal pokok, yaitu : Apakah program pengadaan karyawan berkualifikasi Air Traffic Controller (ATC) dapat memberikan peranan yang sangat berarti untuk peningkatan pelayanan lalu lintas udara. Employees or labor are one of the most important parts of production factors in a company to achieve maximum productivity goals, therefore inevitably a personnel manager must pay very serious attention to this problem. Managers have made various efforts and efforts to increase the effectiveness of their integration function solely to achieve the goals and objectives agreed upon by management. Is the process of activities starting from selecting workers, training and developing their skills and then providing upab (compensation) fair and appropriate, considered to have completed the task of a personnel manager? Apparently not. All employees or workers who have received a fairly high salary and occupy a fairly strategic position are satisfied with what they get from their work and position. This is important to make employees willing to dedicate their lives to the organization in the long term without feeling anxious, bored and ultimately can provide motivation to increase workforce productivity. To achieve the goals desired by the company, the main determining factor is human resources. Human resources as a workforce will support the efficiency and effectiveness of the company in achieving its goals. Companies are increasingly realizing that this happens, if the recruitment of employees is not carried out properly and the employee procurement program is not carried out effectively, and the employees obtained are not based on an effective selection, the employees will not be able to work well. This is because the employees obtained lack of competence and skills so that business activities do not progress rapidly. For this reason, the author focuses this problem on several main things, namely: Can the Air Traffic Controller (ATC) qualified employee procurement program provide a very meaningful role for improving air traffic services.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;988300289-
dc.subjectair traffic controlleren_US
dc.subjectATCen_US
dc.subjectjasa pelayananen_US
dc.subjectlalu lintas udaraen_US
dc.subjectserviceen_US
dc.subjectair trafficen_US
dc.titleAnalisis Jumlah Tenaga Air Traffic Controller (ATC) dalam Pemberian Jasa Pelayanan Lalu Lintas Udara pada PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandar Udara Polonia Medanen_US
dc.title.alternativeAnalysis of the Number of Air Traffic Controller (ATC) Personnel in Providing Air Traffic Services at PT. (Persero) Angkasa Pura II Medan Polonia Airporten_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Management

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
988300289 - Lucky Andri Rianto Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography5.69 MBAdobe PDFView/Open
988300289 - Lucky Andri Rianto Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV582.94 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.