Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/24770
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorZamzami-
dc.contributor.advisorRahmaniar-
dc.contributor.authorPurba, Japaner-
dc.date.accessioned2024-07-24T06:00:38Z-
dc.date.available2024-07-24T06:00:38Z-
dc.date.issued2009-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/24770-
dc.description70 Halamanen_US
dc.description.abstractPembahasan skripsi ini adalah tentang hubungan kerja yang terjadi dalam pelayanan kepentingan publik atau masyarakat antara pihak kecamatan dengan pihak kelurahan khususnya dengan keluarnya Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 di Kelurahan Teladan Barat Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan kecamatan dan kepala kelurahan dalam pelayanan tugas-tugas pemerintahan dan apakah yang menjadi hambatan hubungan kecamatan dan kepala kelurahan dalam pelayanan tugas-tugas pemerintahan. Untuk membahas permasalahan tersebut maka dilakukan pengumpulan data secara kepustakaan dan penelitian lapangan pada Kantor Kelurahan Teladan Barat Kee. Medan Kota Kota Medan. Dari hasil penelitian dapat diberikan kesimpulan bahwa pelaksanaan fungsi pemerintah dalam hal pelayanan publik kepada masyarakat belum berjalan secara baik, disebabkan aparatur pemerintahan masih menganggap bahwa kedudukan mereka lebih tinggi dari masyarakat, sehingga dalam sistem pelayanan yang diberikan sering kali adanya sikap pamrih serta mengharapkan imbalan. Efektivitas pelayanan kepada masyarakat luas sangat ditentukan kebijaksanaan pimpinan di lingkungan instansi pemerintahan tersebut, karena pegawai bawahan dalam menentukan sikap pelayanan bersifat apatis dan menunggu petunjuk dari atasan. Pembinaan karier pegawai (sumber daya manusia) dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan latihan, disiplin, mutasi, promosi maupun pemberian penghargaan dimana bidang-bidang tersebut hams dapat diterapkan secara tepat dengan waktu yang semaksimal mungkin dan dilakukan secara menyeluruh. Atas pembahasan juga dapat diberikan saran hendaknya dalam melaksanakan pemberdayaan pegawai di lingkungan Kantor Kelurahan Teladan Barat dapat mencakup keseluruhan pegawai. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi kesenjangan keterampilan, disiplin, efektivitas kerja dari para pegawai. Ini terbukti dari basil penelitian penulis di lapangan bahwa tidak keseluruhan pegawai mendapat pendidikan atau latihan. Sementara ada pegawai yang mendapat pendidikan dan latihan lebih dari satu kali.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;058400174-
dc.subjecthubungan kecamatan dan kelurahanen_US
dc.subjectpelayanan tugas-tugas pemerintahanen_US
dc.subjectundang-undang no. 32 tahun 2004en_US
dc.subjectsub-district and sub-district relationsen_US
dc.subjectservice of government tasksen_US
dc.subjectlaw no. 32 of 2004en_US
dc.titleHubungan Kecamatan dan Kelurahan dalam Pelayanan Tugas-tugas Pemerintahan Menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 (Studi Kelurahan Teladan Barat Kee. Medan Kota Kota Medan)en_US
dc.title.alternativeThe Relationship between Subdistricts and Villages in the Service of Government Duties According to Law no. 32 of 2004 (Study of Teladan Barat Kee. Medan City, Medan City)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
058400174 - Japaner Purba - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography11.19 MBAdobe PDFView/Open
058400174 - Japaner Purba - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV4.55 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.