Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29196Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.advisor | Fadilah, Risydah | - |
| dc.contributor.author | Rusli, Nisfi Balqish | - |
| dc.date.accessioned | 2026-01-13T02:22:17Z | - |
| dc.date.available | 2026-01-13T02:22:17Z | - |
| dc.date.issued | 2025-09 | - |
| dc.identifier.uri | https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29196 | - |
| dc.description | 149 Halaman | en_US |
| dc.description.abstract | Perilaku seks berisiko merupakan segala bentuk aktivitas seksual vaginal atau anal bersama pasangan seks sehingga menempatkan individu menjadi lebih rentan terjangkit penyakit menular seksual termasuk HIV, kehamilan tidak diinginkan, melakukan kekerasan, dan aborsi. Pria berisiko tinggi tertular dan menularkan dengan tidak memakai pengaman saat melakukan seks, berganti-ganti pasangan seks, seks bersama orang asing seperti seks bersama pekerja seks. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam yang dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA), bertujuan menggali makna pengalaman - pengalaman dari partisipan pria pelaku seks berisiko. Teknik snowball sampling diterapkan untuk merekrut partisipan dengan kriteria; pria seks aktif 19 – 40 tahun dan melakukan seks di usia dini. Tergabung dalam penelitian ini delapan pria dengan orientasi seksual; 4 heteroseksual, 3 homoseksual, dan seorang biseksual. Penelitian ini memperoleh temuan utama yaitu gambaran perilaku dan dampak perilaku seks berisiko. Partisipan AR, BD, BS, HS, MR, MY, RN, ST mengenal seks dengan menonton tayangan porno, mempraktikkan dengan melakukan beberapa foreplay. Dengan rasa penasaran yang tinggi akan perilaku seksual pria-pria muda tersebut memulai debut seks (intercourse) di usia dini bersama orang-orang yang mereka kenal seperti pacar, teman, dan/atau kenalan. Pria melakukan seks tanpa menyediakan kondom, mencari sensasi baru dengan selalu berganti – ganti pasangan seks. Partisipan AR, BD, BS, HS, MR, RN, ST aktif melakukan seks dengan berganti-ganti pasangan seks akan merasakan ketagihan, adanya kepuasan seksual. Dengan berganti-ganti pasangan seks, pria memiliki harga diri yang meningkat. Selain itu, dampak perilaku tersebut mengakibatkan HS, MR, MY, RN, & ST terjangkit penyakit menular seksual seperti HIV dan sifilis. Implikasi penelitian ini merupakan perilaku seks aman dan sehat sebagai metode pencegahan penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan bentuk kekerasan. Status kesehatan pasangan seks dapat diketahui lebih dini sehingga dapat mencegah penularan lebih lanjut. Risky sexual behavior is any form of vaginal or anal sexual activity with a sexual partner that makes individuals more vulnerable to contracting sexually transmitted infections (STIs), including HIV, unwanted pregnancy, violence, and abortion. Men are at high risk of contracting and transmitting STIs by not using protection during sex, having multiple sexual partners, and having sex with strangers, such as sex with sex workers. This study applies a qualitative phenomenological approach with in-depth interviews analyzed using interpretive phenomenological analysis (IPA), aiming to explore the meaning of the experiences of male participants who engage in risky sex. The snowball sampling technique was applied to recruit participants with the criteria: sexually active men aged 19-40 years and having sex at an early age. The study included eight men with sexual orientations: 4 heterosexual, 3 homosexual, and one bisexual. This study obtained the main findings, namely the description of the behavior and impact of risky sexual behavior. Participants AR, BD, BS, HS, MR, MY, RN, ST learned about sex by watching pornographic shows and practicing it through some foreplay. With a high curiosity about sexual behavior, these young men began their sexual debut (intercourse) at an early age with people they knew such as girlfriends, friends, and/or acquaintances. Men had sex without providing condoms, seeking new sensations by constantly changing sexual partners. Participants AR, BD, BS, HS, MR, RN, ST actively engaged in sex by changing sexual partners and felt addicted and had sexual satisfaction. By changing sexual partners, men had increased self-esteem. In addition, the impact of this behavior resulted in HS, MR, MY, RN, & ST contracting sexually transmitted diseases such as HIV and syphilis. The implication of this study is that safe and healthy sexual behavior is a method of preventing sexually transmitted diseases, unwanted pregnancies, and forms of violence. The health status of sexual partners can be known early so that further transmission can be prevented. | en_US |
| dc.language.iso | id | en_US |
| dc.publisher | Universitas Medan Area | en_US |
| dc.relation.ispartofseries | NPM;231804016 | - |
| dc.subject | gambaran | en_US |
| dc.subject | dampak | en_US |
| dc.subject | perilaku seks berisiko | en_US |
| dc.subject | pria yang terindikasi HIV | en_US |
| dc.subject | men who are suspected of having HIV | en_US |
| dc.title | Gambaran Perilaku Seks Berisiko Pada Pria Yang Terindikasi HIV | en_US |
| dc.title.alternative | Overview of Risky Sexual Behavior in Men with HIV Indications | en_US |
| dc.type | Tesis Magister | en_US |
| Appears in Collections: | MT - Master of Psychology | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 231804016 - Nisfi Balqish Rusli - Chapter IV.pdf Restricted Access | Chapter IV | 1.88 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 231804016 - Nisfi Balqish Rusli - Fulltext.pdf | Cover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography | 2.24 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.