Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29249
Title: Pemanfaatan Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) pada Proses Bioremediasi pada Tanah Tercemar Pestisida
Other Titles: Utilization of Blood Clam Shells (Anadara granosa) in the Bioremediation Process of Pesticide-Contaminated Soil
Authors: Sipayung, Jexon Syahputra
metadata.dc.contributor.advisor: Apriliya, Indah
Keywords: bioremediasi;cangkang kerang darah;Anadara granosa;pestisida;glifosat;tanah tercemar;mikroba tanah;bioremediation;blood clam shells;pesticides;glyphosate;contaminated soil;soil microbes
Issue Date: Jun-2025
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;218210035
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pencemaran tanah akibat akumulasi residu pestisida, khususnya glifosat, yang banyak digunakan dalam sektor pertanian di Indonesia. Penggunaan pestisida secara berlebihan menyebabkan penurunan kesuburan tanah, perubahan pH, serta gangguan terhadap mikroorganisme tanah. Bioremediasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dengan memanfaatkan mikroba sebagai agen degradasi. Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) merupakan salah satu bahan alami yang kaya akan kalsium karbonat dan berpotensi sebagai nutrisi tambahan bagi mikroba dalam melakukan degradasi dan memperbaiki kualitas tanah tercemar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari beberapa perlakuan dosis cangkang kerang darah pada tanah yang telah disimulasikan tercemar pestisida glifosat. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, suhu tanah, populasi mikroba tanah (Total Plate Count/TPC), dan kadar residu pestisida selama periode bioremediasi. Proses penelitian meliputi persiapan tanah tercemar, pengolahan dan aplikasi cangkang kerang darah, serta pengukuran parameter secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang kerang darah secara signifikan meningkatkan pH tanah dari kondisi asam menuju netral, menstabilkan suhu tanah, serta meningkatkan populasi mikroba tanah yang berperan dalam proses degradasi pestisida. Selain itu, terjadi penurunan kadar residu pestisida glifosat secara bertahap selama proses bioremediasi dengan perlakuan cangkang kerang darah, dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa cangkang kerang darah efektif digunakan sebagai stimulan alami dalam proses bioremediasi tanah tercemar pestisida, sehingga dapat mendukung upaya perbaikan kualitas tanah dan keberlanjutan pertanian ramah lingkungan. This study was motivated by the problem of soil contamination due to the accumulation of pesticide residues, particularly glyphosate, which is widely used in the agricultural sector in Indonesia. Excessive use of pesticides causes a decline in soil fertility, changes in pH, and disturbances to soil microorganisms. Bioremediation is one approach that can be used to address this problem by utilizing microbes as degradation agents. Blood clam shells (Anadara granosa) are a natural material rich in calcium carbonate and have the potential to serve as additional nutrients for microorganisms in degrading and improving the quality of contaminated soil. This study employed an experimental method with a randomized block design (RBD) consisting of several treatment doses of blood clam shells on soil simulated to be contaminated with glyphosate pesticides. The parameters observed included soil pH, soil temperature, soil microbial population (Total Plate Count/TPC), and pesticide residue levels during the bioremediation period. The research process included preparing contaminated soil, processing and applying blood clam shells, and periodically measuring parameters. The results showed that adding blood clam shells significantly increased soil pH from acidic to neutral, stabilized soil temperature, and increased soil microbial populations involved in pesticide degradation. Additionally, there was a gradual decrease in glyphosate pesticide residue levels during the bioremediation process with blood clam shell treatment compared to the untreated control. These findings demonstrate that blood clam shells are effective as a natural stimulant in the bioremediation of pesticide-contaminated soil, thereby supporting efforts to improve soil quality and promote sustainable, environmentally friendly agriculture.
Description: 60 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29249
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218210035 - Jexon Syahputra Sipayung - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.15 MBAdobe PDFView/Open
218210035 - Jexon Syahputra Sipayung - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV360.38 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.