Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29297
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSuswati-
dc.contributor.authorSijabat, Yoel Calvin-
dc.date.accessioned2026-01-28T04:33:19Z-
dc.date.available2026-01-28T04:33:19Z-
dc.date.issued2025-08-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29297-
dc.description81 Halamanen_US
dc.description.abstractIndonesia dikenal sebagai negara agraris yang memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perkebunan. Sektor perkebunan menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional karena menghasilkan komoditas ekspor yang berharga serta menyediakan lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat. Beberapa komoditas utama yang dihasilkan antara lain kelapa sawit, karet, kopi, kakao, dan teh. Teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia, khususnya di daerah dataran tinggi yang memiliki iklim sejuk dan tanah yang subur. Produk teh tidak hanya dikonsumsi secara luas di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu produk ekspor unggulan yang berkontribusi terhadap devisa negara. Keberadaan industri teh di Indonesia juga memiliki nilai strategis karena mampu menggerakkan roda perekonomian, mulai dari sektor hulu (budidaya tanaman) hingga hilir (pengolahan dan pemasaran). Teh merupakan bahan baku minuman penyegar yang telah dikenal luas dan digemari oleh masyarakat di seluruh dunia. Rasa dan aromanya yang khas serta harga yang relatif terjangkau membuat minuman teh menjadi bagian dari pilihan gaya hidup di berbagai lapisan masyarakat dan cocok diminum di segala kondisi. Sehingga kini meminum teh di sore hari (afternoon tea) tidak hanya menjadi tradisi keluarga bangsawan di kerajaan Inggris ataupun upacara ritual dalam budaya Jepang, tetapi juga bisa dinikmati di saat-saat santai oleh masyarakat biasa di desadesa di pedalaman India, serta menjadi minuman favorit keluarga oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik dalam Permatasari (2019) peringkat ekspor teh dari Indonesia menempati peringkat ke-7 dengan nilai ekspor pada periode Januari hingga Agustus sebesar 5,31 juta Dollar Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa mutu teh hasil produksi Indonesia mampu bersaing dengan teh dari negara lain.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;228210056-
dc.subjectPabrik Tehen_US
dc.titleLaporan Praktik Kerja Lapangan di PTPN IV Regional II Kebun dan Pabrik Tehen_US
Appears in Collections:Laporan Kerja Praktik (LKP)

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
LKP - Yoel Calvin Sijabat - 228210056 - Fulltext.pdfLKP Fulltext4.6 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.