Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29696
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSaraswaty, Rina-
dc.contributor.authorSiregar, Alya Chantika-
dc.date.accessioned2026-04-09T02:42:01Z-
dc.date.available2026-04-09T02:42:01Z-
dc.date.issued2025-09-23-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29696-
dc.description82 Halamanen_US
dc.description.abstractRantauPrapat, sebagai ibu kota Kabupaten Labuhanbatu di Provinsi Sumatera Utara, memainkan peran penting dalam bidang pemerintahan, perdagangan, dan transportasi. Seiring waktu, pasar ini menghadapi berbagai permasalahan seperti tata ruang yang tidak tertata, sirkulasi yang buruk, keberadaan pedagang kaki lima yang tidak tertib, serta menurunnya kualitas infrastruktur. Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pengunjung dan menurunnya daya saing pasar tradisional dibandingkan dengan pusat perbelanjaan modern. Di sisi lain, bangunan pasar juga kurang mencerminkan identitas arsitektur lokal, sehingga kehilangan nilai estetika dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan Redesain Pasar Gelugur RantauPrapat Dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular sebagai solusi untuk menciptakan pasar yang lebih fungsional, nyaman, dan mencerminkan kearifan lokal. Pendekatan ini menggabungkan unsur tradisional dan modern guna memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik visual, serta mendukung perkembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain yang adaptif, dengan memperhatikan aspek tata ruang, fasilitas umum, dan zonasi pedagang sebagai bagian dari upaya revitalisasi pasar tradisional. RantauPrapat, the capital city of Labuhanbatu Regency in North Sumatra Province, plays a vital role in governance, trade, and transportation. Over time, its traditional market has faced various issues such as disorganized spatial planning, poor circulation, uncontrolled street vendors, and deteriorating infrastructure. These problems have led to visitor discomfort and decreased competitiveness of traditional markets compared to modern shopping centers. Additionally, the market building lacks local architectural identity, diminishing its aesthetic and cultural value. Therefore, a redesign of Gelugur Market RantauPrapat using a Neo- Vernacular architectural approach is proposed as a solution to create a more functional, comfortable market that reflects local wisdom. This approach combines traditional and modern elements to strengthen cultural identity, enhance visual appeal, and support sustainable economic development. This study aims to formulate an adaptive design concept, focusing on spatial planning, public facilities, and vendor zoning as part of a broader traditional market revitalization effort.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;218140007-
dc.subjectRantauPrapaten_US
dc.subjectTraditional Marketen_US
dc.subjectRedesignen_US
dc.subjectNeo-Vernacularen_US
dc.subjectPasar Tradisionalen_US
dc.titleRedesain Pasar Gelugur Rantauprapat dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakularen_US
dc.title.alternativeRedesign of Gelugur Rantauprapat Market with a Neo-Vernacular Architectural Approachen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Architecture

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218140007 - Alya Chantika Siregar - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV2.54 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
218140007 - Alya Chantika Siregar - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.48 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.