Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29878
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorLubis, Mitra Musika-
dc.contributor.authorMutiara-
dc.date.accessioned2026-05-06T04:10:33Z-
dc.date.available2026-05-06T04:10:33Z-
dc.date.issued2024-09-27-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29878-
dc.description70 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran bawang merah di desa liang pematang,untuk mengatuhi margin dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang di lakukan dengan purposiv (sengaja) dengan jumlah sampel 22 petani bawang merah, dimana 11 petani di ambil dari desa liang pematang dan 11 petani dari desa batu pinuh. Untuk menentukan responden pedagang digunakan metode sensu dengan pedagang pengepul,pedagang pengecer,dan pedagang bersar di ambil masing-masing 3 orang. Hasil analisi menunjukan total margin pemasaran saluran pertama,kedua Rp 24.000. Untuk efisiensi pemasaran saluran pertama sebesar 1,44%, saluran kedua 1,15%. Dengan demikian bagian saluran yang banyak di terima petani adalah saluran satu dan saluran duaaz. Saluran pemasaran bawang merah di desa liang pematang ada dua saluran: saluran 1.petani- pedagang pengepul-pedagang besarpedagang pengecer-konsumen. Saluran 2.petani- pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. This research aims to determine the marketing channels for shallots in Liang Pematang village, to determine marketing margins and efficiency. This research was carried out using a quantitative method purposively with a sample of 22 shallot farmers, of which 11 farmers were taken from Liang Pematang village and 11 farmers from Batu Pinuh village. To determine trader respondents, the sensu method was used with 3 people each taking collectors, retailers and wholesalers. The analysis results show that the total marketing margin for the first and second channels is IDR 24,000. For the marketing efficiency of the first channel it is 1.44%, the second channel is 1.15%. Thus, the parts of the channel that are most accepted by farmers are channel one and channel twoaz. There are two channels for marketing shallots in Liang Pematang village: channel 1. farmers-collectors-wholesalers-retailersconsumers. Channel 2. farmer-wholesaler-retailer-consumer.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220028-
dc.subjectMarketingen_US
dc.subjectMarginen_US
dc.subjectand Marketing Efficiencyen_US
dc.subjectPemasaranen_US
dc.subjectdan Efisiensi Pemasaranen_US
dc.titleAnalisis Pemasaran Bawang Merah (Allium Ascalonium L) Desa Liang Pematang Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdangen_US
dc.title.alternativeMarketing Analysis of Shallots (Allium Ascalonium L) in Liang Pematang Village, STM Hulu District, Deli Serdang Regencyen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Agribusiness

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
188220028 - Mutiara - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV3.5 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
188220028 - Mutiara - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography2.07 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.