Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30075
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorPinem, Serimin-
dc.contributor.authorBr Bangun, Agnes Karennina-
dc.date.accessioned2026-06-03T07:14:43Z-
dc.date.available2026-06-03T07:14:43Z-
dc.date.issued2025-07-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30075-
dc.description86 Halamanen_US
dc.description.abstractEksistensi lembaga pemasyarakatan dalam pemberian remisi terhadap narapidana, khususnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pancur Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemberian remisi serta memahami persyaratan yang harus dipenuhi oleh narapidana untuk memperoleh remisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris, yaitu menggabungkan pendekatan peraturan perundang-undangan dengan data lapangan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian remisi diatur secara ketat dalam peraturan perundang-undangan, dan pelaksanaannya bergantung pada pemenuhan syarat administratif dan substantif, termasuk perilaku narapidana selama menjalani masa pidana. Penelitian ini menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan di Indonesia memiliki peran penting dalam membina dan mempersiapkan narapidana untuk kembali ke masyarakat. Pemberian remisi merupakan bagian dari hak narapidana yang mendukung prinsip resosialisasi dan penghargaan atas perubahan perilaku. This study examines the role and existence of correctional institutions in granting sentence reductions (remissions) to inmates, with a specific focus on the Class IIA Correctional Institution in Pancur Batu. The purpose of this research is to understand the implementation of remission policies and the requirements inmates must meet to be eligible. The research employs a juridical-empirical approach, combining legal analysis with field data obtained through interviews and observations. The findings reveal that remission procedures are strictly regulated under Indonesian law and depend on both administrative and substantive criteria, particularly the inmate’s behavior during imprisonment. The study underscores the vital role of the correctional system in rehabilitating and reintegrating inmates into society. Remission is recognized as a right that reflects the principles of resocialization and rewards positive behavioral changeen_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;218400211-
dc.subjectRemisien_US
dc.subjectNarapidanaen_US
dc.subjectLembaga Pemasyarakatanen_US
dc.subjectPemasyarakatanen_US
dc.subjectHak Narapidanaen_US
dc.subjectRemissionen_US
dc.subjectInmatesen_US
dc.subjectCorrectional Institutionen_US
dc.subjectPenal Systemen_US
dc.subjectInmate Rightsen_US
dc.titleAnalisis Eksistensi Lembaga Pemasyarakatan dalam Pemberian Remisi terhadap Narapidana (Studi Kasus : Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pancur Batu)en_US
dc.title.alternativeAnalyzing The Role of Correctional Institutions in The Implementation of Sentence Remission for Inmates (A Case Study at Class IIA Correctional Institution Pancur Batu)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218400211 - Agnes Karennina Br Bangun - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.14 MBAdobe PDFView/Open
218400211 - Agnes Karennina Br Bangun - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV438.7 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.