Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30079| Title: | Tinjauan Yuridis Pemidanaan terhadap Anak yang Melakukan Tindak Pidana Pembunuhan ( Studi Putusan Nomor : 84/Pid.Sus- Anak /2022/PN.Mdn) |
| Other Titles: | Juridical Review of Criminal Sentencing for Minors Committing Murder (Studi Putusan No 84/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Mdn.) |
| Authors: | Rosni |
| metadata.dc.contributor.advisor: | Munthe, Riswan |
| Keywords: | Pemidanaan;Anak;Tindak Pidana;Pembunuhan;Sentencing;Children;Criminal Act;Murder |
| Issue Date: | Oct-2025 |
| Publisher: | Universitas Medan Area |
| Series/Report no.: | NPM;218400167 |
| Abstract: | Pemidanaan terhadap anak yang melakukan tindak pidana pembunuhan merupakan isu penting dalam sistem hukum pidana Indonesia, sebab anak dipandang sebagai subjek hukum khusus yang masih berada dalam tahap perkembangan fisik, mental, dan sosial. Latar belakang penelitian ini muncul dari adanya ketidaksesuaian antara perlindungan hak anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dengan praktik peradilan, khususnya pada perkara pembunuhan. UU SPPA menekankan keadilan restoratif dan diversi, tetapi penerapannya terkendala karena diversi tidak berlaku untuk tindak pidana berat dengan ancaman tinggi, seperti pembunuhan.Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana peraturan hukum mengatur pemidanaan terhadap anak pelaku tindak pidana pembunuhan, dan (2) bagaimana pandangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap anak pelaku pembunuhan pada Putusan Nomor 84/Pid.Sus-Anak/2022/PN Mdn. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaturan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana pembunuhan serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif serta studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan analisis putusan pengadilan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan hukum menempatkan anak sebagai subjek hukum khusus dengan perlakuan berbeda dari orang dewasa. Hakim dalam putusan tetap memperhatikan kepentingan terbaik anak, meskipun harus menjatuhkan pidana penjara sebagai konsekuensi atas perbuatan berat. Penelitian ini menegaskan perlunya keseimbangan antara aspek keadilan, pembinaan, dan perlindungan anak. Dengan demikian, kebijakan pemidanaan yang lebih humanis, rehabilitatif, dan konsisten dengan prinsip kepentingan terbaik anak menjadi solusi penting untuk mencegah dampak negatif jangka panjang. The sentencing of children who commit murder is a crucial issue in the Indonesian criminal justice system, as children are recognized as special legal subjects who are still in the stage of physical, mental, and social development. The background of this research stems from the disparity between the protection of children’s rights as stipulated in Law Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System (UU SPPA) and judicial practice, particularly in cases of murder. The UU SPPA emphasizes restorative justice and diversion, but their application is limited because diversion cannot be applied to serious crimes carrying high penalties, such as murder.The research problems are: (1) how legal provisions regulate sentencing for children who commit murder, and (2) how judges consider sentencing in Decision Number 84/Pid.Sus-Anak/2022/PN Mdn. The objectives are to identify and explain the legal framework concerning children as perpetrators of murder and to analyze judicial considerations in imposing punishment.This research uses normative legal methods with a juridical-normative and case study approach. Data were collected through literature studies and analysis of court rulings. The findings show that legal provisions place children as special legal subjects who must be treated differently from adults. Judges, in practice, still consider the best interests of the child, even when imprisonment must be imposed as a consequence of serious crimes. This study emphasizes the need for a balance between justice, rehabilitation, and child protection. Therefore, sentencing policies that are more humane, rehabilitative, and consistent with the principle of the best interests of the child are necessary to prevent long-term negative impacts and to ensure fairness for victims. |
| Description: | 74 Halaman |
| URI: | https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30079 |
| Appears in Collections: | SP - Criminal Law |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 218400167 - Rosni - Fulltext.pdf | Cover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography | 1.07 MB | Adobe PDF | View/Open |
| 218400167 - Rosni - Chapter IV.pdf Restricted Access | Chapter IV | 403.6 kB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.