Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30278
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorMina, Revi Fauzi Putra-
dc.contributor.authorSiregar, Amran Firnando-
dc.date.accessioned2026-07-02T04:13:49Z-
dc.date.available2026-07-02T04:13:49Z-
dc.date.issued2026-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30278-
dc.description72 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya sengketa perdata terkait utang piutang yang berawal dari hubungan kepercayaan tanpa pengaturan hukum yang jelas, sehingga menimbulkan kerugian materiil bagi pihak pemberi pinjaman. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perbuatan tidak membayar uang pinjaman dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata serta bagaimana pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan Pasal 1365 KUHPerdata dan menelaah pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 673/Pdt.G/2023/PN Mdn. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus, menggunakan data primer berupa putusan pengadilan dan wawancara, serta data sekunder dari literatur hukum, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan pengembalian uang pinjaman memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum karena adanya perbuatan, kesalahan, kerugian materiil, dan hubungan kausal. Kesimpulannya, perbuatan debitur menimbulkan tanggung jawab hukum untuk mengganti kerugian, serta disarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dan mengedepankan kepastian hukum dalam hubungan utang piutang. This study is motivated by the increasing number of civil disputes arising from loan agreements based solely on trust, which often result in material losses for creditors when repayment obligations are not fulfilled. The main issue examined is whether the failure to repay borrowed funds may be classified as an unlawful act under Article 1365 of the Indonesian Civil Code and how judges assess such conduct in court decisions. The purpose of this research is to analyze the application of Article 1365 and to examine judicial considerations in Medan District Court Decision Number 673/Pdt.G/2023/PN Mdn. This research employs a normative-empirical legal method using a statutory and case approach, supported by primary data from court decisions and interviews, as well as secondary legal materials, analyzed qualitatively. The findings indicate that non-payment of loan obligations fulfills the elements of an unlawful act, including fault, material loss, and a causal relationship. It is concluded that the debtor bears civil liability to compensate the creditor, and greater legal awareness is recommended in trust-based lending relationships.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;218400001-
dc.subjectPerbuatan Melawan Hukumen_US
dc.subjectUtang Piutangen_US
dc.subjectKerugian Materiilen_US
dc.subjectUnlawful Acten_US
dc.subjectDebt and Lendingen_US
dc.subjectMaterial Lossesen_US
dc.titleAnalisis Perbuatan Melawan Hukum atas Perbuatan Tidak Membayar Uang Pinjaman yang Menyebabkan Kerugian Materiil (Studi Kasus Putusan PN Medan Nomor 673/Pdt.G/2023/PN Mdn)en_US
dc.title.alternativeAnalysis of Unlawful Acts Regarding the Failure to Repay a Loan Resulting in Material Losses (A Case Study of Medan District Court Decision Number 673/Pdt.G/2023/PN Mdn)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218400001 - Amran Firnando Siregar - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.47 MBAdobe PDFView/Open
218400001 - Amran Firnando Siregar -Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV647.93 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.