Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30570
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAfwina, Rahma-
dc.contributor.authorRamdhani, M Daffa-
dc.date.accessioned2026-07-30T06:59:31Z-
dc.date.available2026-07-30T06:59:31Z-
dc.date.issued2026-01-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30570-
dc.description106 Halamanen_US
dc.description.abstractPegawai Non Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) di lingkungan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan ketertiban umum dan penegakan peraturan daerah. Namun, karakteristik pekerjaan yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta tanggung jawab yang tinggi, ditambah dengan keterbatasan status kepegawaian, berpotensi menimbulkan beban kerja yang besar dan berdampak pada meningkatnya stres kerja. Beban kerja yang tidak dikelola secara optimal dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pegawai serta menurunkan efektivitas dan kualitas kinerja organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada pegawai Non-ASN di Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 19 pegawai Non-ASN yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala beban kerja yang mencakup aspek beban waktu, beban pikiran, dan beban psikologis, serta skala stres kerja yang mengacu pada dimensi HSE-WRSS, yaitu tuntutan, kontrol, dukungan manajerial, dukungan rekan kerja, hubungan, peran, dan perubahan. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Spearman’s rho. Hasil uji mean menunjukkan bahwa beban kerja memiliki nilai mean empirik sebesar 39,21 yang berada pada kategori sedang, sedangkan stres kerja memiliki nilai mean empirik sebesar 66,53 yang berada pada kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja, dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,511 dan nilai signifikansi p = 0,025 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi beban kerja yang dirasakan pegawai, maka semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami. Temuan ini mengindikasikan bahwa beban kerja merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya stres kerja pada pegawai Non-ASN. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja yang lebih proporsional serta peningkatan dukungan organisasi guna menekan tingkat stres kerja dan meningkatkan kesejahteraan serta kinerja pegawai.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;218600073-
dc.subjectBeban Kerjaen_US
dc.subjectstres Kerjaen_US
dc.subjectPegawai Non Aparatur Sipil Negaraen_US
dc.subjectWorkloaden_US
dc.subjectWork Stressen_US
dc.subjectNon-Civil Servant Employeesen_US
dc.titleHubungan Antara Beban Kerja Dengan Stres Kerja Pada Pegawai Non Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Langkaten_US
dc.title.alternativeThe Correlation Between Workload and Workstreess Among Non-Civil Service Employees in Langkat Regencyen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218600073 - M Daffa Ramdhani - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I,II,III,Bibliography1.81 MBAdobe PDFView/Open
218600073 - M Daffa Ramdhani - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV471.23 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.