Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30581
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAngelia, Nina-
dc.contributor.authorBr Tumangger, Anita-
dc.date.accessioned2026-07-31T02:05:11Z-
dc.date.available2026-07-31T02:05:11Z-
dc.date.issued2026-02-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30581-
dc.description75 Halamanen_US
dc.description.abstractPelayanan publik merupakan kewajiban utama aparatur pemerintah sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan negara. Pasal 1 ayat 1 UU No. 25 Tahun 2009 menyatakan bahwa “pelayanan publik adalah rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai peraturan”. Kantor Camat berperan penting memberikan pelayanan administratif dan sosial di tingkat kecamatan. Namun, praktik di lapangan menunjukkan beberapa kendala, seperti jumlah pegawai yang hanya 10 orang, keterbatasan sarana dan prasarana karena tidak memiliki komputer maupun printer, serta waktu penyelesaian surat permohonan jual beli tanah yang mencapai sekitar 14 hari, melebihi standar pelayanan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan publik di Kantor Camat Singkil Utara berdasarkan UU No. 25 Tahun 2009 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori evaluasi kebijakan William N. Dunn dengan enam indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik di Kantor Camat Singkil Utara sudah berupaya memenuhi prinsip-prinsip pelayanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2009, khususnya dalam hal pemerataan dan efektivitas. Namun, masih terdapat hambatan pada aspek efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan waktu yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas. Public service is the main duty of government officials as a form of responsibility to the community and the state. According to Article 1 paragraph 1 of Law No. 25 of 2009, public service is a series of activities to meet community needs in accordance with regulations. The Sub-district Office plays a vital role in providing administrative and social services. However, in practice, several obstacles remain, such as only 10 employees, lack of computers and printers, and a 14-day processing time for land purchase applications that exceeds service standards. This study aims to evaluate public services at the North Singkil Sub-district Office based on Law No. 25 of 2009 using a qualitative descriptive approach through observation, interviews, and documentation. The findings show that services have met principles of equity and effectiveness but face challenges in efficiency, adequacy, responsiveness, and timeliness due to limited human resources and facilities.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;218520004-
dc.subjectEvaluationen_US
dc.subjectRegulationen_US
dc.subjectServiceen_US
dc.subjectEvaluasien_US
dc.subjectPeraturanen_US
dc.subjectPelayananen_US
dc.titleEvaluasi Pelayanan Publik Berdasarkan Undang-Undang No 25 Tahun 2009 Di Kantor Camat Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkilen_US
dc.title.alternativeEvaluation of Public Services Based on Law No. 25 of 2009 at the North Singkil District Office, Aceh Singkil Regencyen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218520004 - Anita Br Tumangger - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV1.8 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
218520004 - Anita Br Tumangger - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.45 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.