Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30637
Title: Analisis Penjatuhan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Seseorang (Studi Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 719/Pid.B/2024/Pn Lbp)
Other Titles: Analisis Penjatuhan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga Yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Seseorang (Studi Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 719/Pid.B/2024/Pn Lbp)
Authors: lase, Hadi Otto Iskandar
metadata.dc.contributor.advisor: Mubarok
Keywords: Sanksi Pidana;Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT);Hilangnya Nyawa Seseorang;Criminal Sanctions;Domestic Violence (DV);Loss of Life.
Issue Date: 18-May-2026
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;198400255
Abstract: Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan perbuatan yang dilakukan terhadap anggota keluarga yang menimbulkan penderitaan fisik, psikis, seksual, maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai KDRT berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia, faktor penyebab terjadinya KDRT yang mengakibatkan hilangnya nyawa, serta pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 719/Pid.B/2024/PN Lbp. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab KDRT hingga berujung pada kematian bersifat kompleks, meliputi faktor ekonomi, kecemburuan, perselingkuhan, serta persoalan psikologis. Dalam perkara yang diteliti, pelaku menghilangkan nyawa istri keduanya karena korban menolak menyerahkan anak untuk diasuh dan tinggal bersama pelaku serta istri pertamanya. Majelis hakim menyatakan dakwaan berdasarkan Pasal 340 KUHP terbukti secara sah dan meyakinkan, dengan terpenuhinya unsur “barang siapa” dan unsur kesengajaan dengan rencana terlebih dahulu. Terdakwa dinilai mampu bertanggung jawab secara pidana karena tidak terdapat alasan pemaaf maupun pembenar. Domestic violence is defined as an act committed against a family member that causes physical, psychological, sexual, or economic suffering. This study aims to analyze the legal regulation of domestic violence under Indonesian laws and regulations, the factors causing domestic violence resulting in loss of life, and the legal considerations of the judges in Decision of the Lubuk Pakam District Court Number 719/Pid.B/2024/PN Lbp. This research employs a normative juridical method using secondary data obtained through library research. The findings indicate that the causes of domestic violence leading to death are complex, including economic problems, jealousy, infidelity, and psychological issues. In the case examined, the perpetrator killed his second wife because she refused to allow their child to be raised and live with the perpetrator and his first wife. The panel of judges concluded that the indictment under Article 340 of the Indonesian Criminal Code was legally and convincingly proven, fulfilling the elements of “any person” and “intentionally with prior planning taking the life of another person.” The defendant was considered criminally responsible as there were no justifying or excusing grounds.
Description: 58 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30637
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
198400255 - Hadi Otto Iskandar - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.14 MBAdobe PDFView/Open
198400255 - Hadi Otto Iskandar - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV306.75 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.