Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30687
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAdam-
dc.contributor.advisorBatubara, Beby Masitho-
dc.contributor.authorDorowati, Butet-
dc.date.accessioned2026-08-03T08:06:45Z-
dc.date.available2026-08-03T08:06:45Z-
dc.date.issued2026-04-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30687-
dc.description89 Halamanen_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara dalam penertiban anak jalanan di kawasan Kampung Lalang, perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, serta mengidentifikasi faktor kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pejabat Satpol PP, perangkat daerah terkait, serta anak jalanan yang menjadi objek penertiban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Satpol PP telah dijalankan sesuai dengan teori peran Biddle (1986) yang meliputi peran normatif, fungsional, harapan sosial, koordinatif, dan rehabilitatif. Peran normatif, fungsional, dan koordinatif dapat dikatakan sudah berjalan cukup baik, ditunjukkan melalui pelaksanaan penertiban berdasarkan aturan hukum serta adanya koordinasi dengan instansi terkait. Namun, peran harapan sosial dan rehabilitatif masih belum optimal karena keterbatasan pembinaan berkelanjutan dan rendahnya efektivitas program rehabilitasi yang menyebabkan anak jalanan kembali ke jalan. Dalam praktiknya, Satpol PP menghadapi berbagai kendala, baik internal maupun eksternal. Kendala internal mencakup keterbatasan personel, sarana prasarana, dan dukungan anggaran. Sedangkan kendala eksternal meliputi faktor ekonomi keluarga, rendahnya kesadaran pendidikan anak dan orang tua, minimnya fasilitas pembinaan dan rehabilitasi, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, serta budaya masyarakat yang permisif terhadap keberadaan anak jalanan. Kompleksitas kendala tersebut menyebabkan upaya penertiban sering bersifat sementara dan belum menyelesaikan akar permasalahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan sumber daya Satpol PP, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pendekatan berbasis perlindungan anak dan pemberdayaan sosial-ekonomi keluarga agar penanganan anak jalanan dapat dilakukan secara lebih efektif, humanis, dan berkelanjutan. This study aims to analyze the role of the Civil Service Police Unit (Satpol PP) of North Sumatra Province in controlling street children in the Kampung Lalang area, located on the border of Medan City and Deli Serdang Regency, as well as to identify the obstacles faced in its implementation. This research employed a qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. The informants consisted of Satpol PP officials, related local government agencies, and street children as the objects of control. The findings show that Satpol PP has carried out its role in line with Biddle’s (1986) role theory, which includes normative, functional, social expectation, coordinative, and rehabilitative roles. The normative, functional, and coordinative roles have been fairly well implemented, as reflected in law-based enforcement and coordination with related institutions. However, the social expectation and rehabilitative roles remain less optimal due to limited sustainable guidance and the lack of effective rehabilitation programs, which often lead children back to the streets. In practice, Satpol PP encounters both internal and external obstacles. Internal obstacles include limited personnel, inadequate facilities, and insufficient budget support. External challenges involve family economic pressures, low educational awareness among children and parents, inadequate rehabilitation and social service facilities, weak inter-sectoral coordination, and permissive community attitudes toward street children. These constraints make the control efforts temporary in nature and unable to address the root causes of the issue. This study recommends strengthening Satpol PP’s resources, enhancing inter-sectoral coordination, and implementing approaches based on child protection and family socio-economic empowerment to ensure that the handling of street children can be more effective, humane, and sustainable.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;241801046-
dc.subjectSatpolPPen_US
dc.subjectHambatanen_US
dc.subjectPenertibanen_US
dc.subjectPeranen_US
dc.subjectHindrancesen_US
dc.subjectEnforcementen_US
dc.subjectRoleen_US
dc.titlePeranan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara Dalam Penertiban Anak Jalanan (Studi Kasus di Kampung Lalang Perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang)en_US
dc.title.alternativeThe Role Of The North Sumatra Provincial Public Order Agency In Regulating Street Children (Case Study In Kampung Lalang On The Border Of Medan City And Deli Serdang Regency)en_US
dc.typeTesis Magisteren_US
Appears in Collections:MT - Master of Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
241801046 - Butet Dorowati - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.13 MBAdobe PDFView/Open
241801046 - Butet Dorowati - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV1.92 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.