Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30830
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSahputra, Dedi-
dc.contributor.authorMarpaung, Grace Ester Febriyani-
dc.date.accessioned2026-08-06T08:01:45Z-
dc.date.available2026-08-06T08:01:45Z-
dc.date.issued2026-03-12-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30830-
dc.description96 Halamanen_US
dc.description.abstractLagu merupakan salah satu bentuk karya seni yang kini semakin disenangi oleh berbagai kalangan masyarakat. Kehadirannya sering dianggap sebagai cara untuk menyampaikan perasaan dan pikiran dari orang yang membuatnya. Selain itu, lagu juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan berbagai pesan, mulai dari informasi hingga kritik terhadap kondisi sosial yang ada di masyarakat. Kritik sosial adalah cara seseorang atau kelompok memberikan tanggapan atau penilaian terhadap situasi yang dianggap tidak cocok dengan aturan dan nilai yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kritik sosial yang terdapat dalam lirik lagu "Kami Belum Tentu" karya Feast, dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika yang dipopulerkan oleh Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika yang berlandaskan pada konsep penanda dan petanda, sehingga dapat menghasilkan makna yang lebih mendalam. Sebab itu, lagu ini bukan hanya untuk menyenangkan, tapi juga bisa digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami diri sendiri. Dan melawan kondisi sosial yang tidak seimbang, mendorong audiens untuk merefleksikan ketidakadilan struktural dalam masyarakat kontemporer Indonesia. Songs are a form of art that is increasingly popular among various groups of people. Their presence is often seen as a way to convey the feelings and thoughts of the person who created them. Furthermore, songs also function as an effective communication tool to convey various messages, ranging from information to criticism of existing social conditions in society. Social criticism is the way an individual or group responds to or assesses a situation that is deemed inconsistent with the rules and values prevailing in society. This study aims to analyze the meaning of social criticism contained in the lyrics of the song "Kami Belum Tentu" by Feast, using a semiotic analysis approach popularized by Ferdinand de Saussure. This study uses a qualitative approach with a semiotic method based on the concept of signifiers and signifieds, so that it can produce deeper meaning. Therefore, this song is not only for entertainment, but can also be used to explore and understand oneself. And against unequal social conditions, encouraging the audience to reflect on structural injustice in contemporary Indonesian society.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;228530163-
dc.subjectSongen_US
dc.subjectSocial_Criticismen_US
dc.subjectSemioticsen_US
dc.subjectFerdinand de Saussureen_US
dc.subjectSignifier and Signifieden_US
dc.subjectSemiotikaen_US
dc.subjectFerdinand de Saussureen_US
dc.subjectPenanda dan Petandaen_US
dc.titleAnalisis Semiotika Representasi Kritik Sosial dalam Lagu Kami Belum Tentu Karya Feasten_US
dc.title.alternativeA Semiotic Analysis of the Representation of Social Criticism in the Song "Kami Belum Tentu" by Feasten_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Communication Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
228530163 - Grace Ester Febriyani Marpaung - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV2 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
228530163 - Grace Ester Febriyani Marpaung - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.