Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30847
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorBatubara, Baby Masito-
dc.contributor.authorKaro, Eva Defiana Br-
dc.date.accessioned2026-08-07T03:51:55Z-
dc.date.available2026-08-07T03:51:55Z-
dc.date.issued2026-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/30847-
dc.description70 Halamanen_US
dc.description.abstractDesa Naga Rejo, Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang masih memiliki kasus balita gizi buruk sebanyak 9 jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) bagi balita gizi buruk di Desa Naga Rejo menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup empat variabel yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PMT-P telah berjalan dengan cukup baik pada keempat variabel tersebut, meskipun masih terdapat kelemahan pada standarisasi peralatan antropometri yang belum memenuhi standar Kemenkes dan sistem pencatatan yang masih manual. Faktor pendukung meliputi kuatnya komitmen pemerintah desa dalam menjadikan program sebagai prioritas pembangunan lokal serta tingginya kerja sama orang tua balita dalam mengikuti prosedur program secara aktif dan sukarela. Adapun faktor penghambat meliputi tingginya beban kerja administratif bidan desa, terbatasnya pemahaman orang tua tentang pentingnya pola makan bergizi secara berkelanjutan di rumah, serta keterbatasan ekonomi keluarga yang menyebabkan ketergantungan terhadap program masih cukup tinggi. Naga Rejo Village, Galang District, Deli Serdang Regency still has 9 cases of malnourished children under five. This study aimed to analyze the implementation of Recovery Supplementary Feeding Program (PMT-P) and identify supporting and inhibiting factors using Edwards III theory. Descriptive qualitative method was applied through interviews, observation, and documentation. PMT-P implementation ran well across four variables, though weaknesses remained in equipment standardization and manual recording. Supporting factors included strong village government commitment and high parental cooperation. Inhibiting factors included heavy midwife administrative workload, limited parental nutritional understanding, and family economic constraints causing high program dependency.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;228520055-
dc.subjectImplementasi Kebijakanen_US
dc.subjectPMT Pemulihanen_US
dc.subjectGizi Buruken_US
dc.subjectBalitaen_US
dc.subjectPolicy Implementationen_US
dc.subjectSupplementary Feedingen_US
dc.subjectMalnutritionen_US
dc.subjectChildren Under Fiveen_US
dc.titleImplementasi Kebijakan Pemberian Makanan Tamabahn Pemulihan Bagi Balita GizI Buruk Di Desa Naga Rejo, Kecamatan Galangen_US
dc.title.alternativeImplementation of the Supplementary Recovery Feeding Policy for Toddlers with Severe Malnutrition in Naga Rejo Village, Galang Districten_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
228520055 - Eva Defiana Br Karo - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography1.19 MBAdobe PDFView/Open
228520055 - Eva Defiana Br Karo - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV610.39 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.