Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/31123
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorDewi, Ira Kesuma-
dc.contributor.authorHaryati, Endang-
dc.contributor.authorChandra, Chandra-
dc.date.accessioned2026-09-02T02:10:38Z-
dc.date.available2026-09-02T02:10:38Z-
dc.date.issued2023-10-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/31123-
dc.description8 Halamanen_US
dc.description.abstractSalah satu metode yang dapat digunakan dalam pembentukan karakter anak usia dini adalah melalui story telling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam efektivitas story telling digital dengan story telling konvensional dalam pembentukan karakter anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi perilaku anak-anak dan wawancara dengan guru TK. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini juga menggunakan triangulasi untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa story telling digital lebih efektif dalam membentuk karakter anak usia dini dengan menunjukkan perubahan yang signifikan dalam aspek kemandirian dan tanggung jawab. Sedangkan pada kelompok anak yang mengikuti sesi story telling konvensional tidak terdapat perubahan perilaku yang signifikan. One method that can be used in early childhood character building is through story telling. This study aims to compare the effectiveness of digital story telling with conventional story telling in early childhood character formation. The research method used in this study is an analytical descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through observation of children's behavior and interviews with kindergarten teachers. Data analysis techniques used in this study include data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The study also used triangulation to test the validity of the data. The results showed that digital storytelling is more effective in shaping the character of early childhood by showing significant changes in aspects of independence and responsibility. Meanwhile, in the group of children who participated in conventional story telling sessions, there was no significant change in behavior.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherJurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dinien_US
dc.relation.ispartofseriesISSN;2549-8959-
dc.subjectearly Childhooden_US
dc.subjectCharacter Buildingen_US
dc.subjectStory Tellingen_US
dc.subjectanak usia dinien_US
dc.subjectpembentukan karakteren_US
dc.titleStory Telling dan Pembentukan Karakter Anak Usia Dinien_US
dc.title.alternativeStorytelling and Character Building in Early Childhooden_US
dc.typeKarya Tulis Dosenen_US
Appears in Collections:Published Articles

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Story Telling dan Pembentukan Karakter Anak Usia Dini.pdf
  Restricted Access
Journal Article472.9 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.