Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/31352
Title: Perawatan Motor Induksi pada Mesin Mixer di Pabrik Pengolahan Karet pada PT. Pantja Surya
Other Titles: Maintenance of the Induction Motor for the Mixer Machine at PT. Pantja Surya's Rubber Processing Plant
Authors: Sinabariba, Arif
metadata.dc.contributor.advisor: Siregar, Mhd. Fadlan
Keywords: motor induksi tiga fasa;perawatan (maintenance);mesin mixer;tahanan isolasi;PT. Pantja Surya
Issue Date: Sep-2025
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;228120017
Abstract: Motor induksi tiga fasa merupakan komponen penggerak utama pada mesin mixer di industri pengolahan karet, khususnya pada tahapan pencampuran bahan baku karet dengan bahan kimia tambahan. Kondisi operasional yang berat (heavy duty), disertai paparan debu karbon (carbon black), getaran, dan suhu tinggi, menjadikan motor induksi rentan mengalami kerusakan yang dapat menghentikan proses produksi (downtime) apabila tidak dirawat dengan baik. Laporan Kerja Praktek ini disusun berdasarkan pengamatan dan keterlibatan langsung penulis selama pelaksanaan Kerja Praktek di PT. Pantja Surya pada tanggal 25 Agustus s/d 25 September 2025, dengan tujuan untuk mendeskripsikan prosedur perawatan motor induksi yang diterapkan, menganalisis jenis dan penyebab kerusakan yang dominan terjadi, serta mengevaluasi efektivitas program perawatan yang telah dijalankan. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan ini meliputi wawancara dengan pembimbing lapangan dan teknisi, observasi langsung terhadap kegiatan perawatan di lapangan, serta studi literatur dari buku referensi dan standar teknis terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa PT. Pantja Surya menerapkan tiga tahap perawatan, yaitu perawatan rutin (pengecekan suhu, suara, dan getaran harian), perawatan preventif (pembersihan sirip pendingin, pelumasan bearing, dan pengencangan koneksi kabel secara berkala), serta perawatan prediktif (pengujian tahanan isolasi menggunakan Megger Tester berdasarkan standar IEEE 43-2000). Jenis kerusakan yang paling dominan ditemukan adalah kerusakan bearing, overheating, dan gangguan hubungan singkat (short circuit), yang sebagian besar dipicu oleh kontaminasi debu karbon, beban kerja berlebih (overload), dan suhu lingkungan pabrik yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, penulis merekomendasikan peningkatan proteksi motor (IP rating), pemasangan sensor suhu untuk pemantauan kondisi secara real-time, penerapan jadwal alignment berkala, serta pendokumentasian riwayat perawatan secara sistematis guna meningkatkan keandalan motor induksi dan menekan downtime produksi di PT. Pantja Surya. Three-phase induction motors serve as the primary drive components for mixers in the rubber processing industry, particularly during the stage where raw rubber is mixed with chemical additives. Heavy-duty operating conditions—characterized by exposure to carbon black dust, vibration, and high temperatures—render these motors susceptible to failures that can cause production downtime if not properly maintained. This internship report is based on the author's direct observations and involvement during an internship at PT. Pantja Surya (August 25 – September 25, 2025). The report aims to describe the implemented induction motor maintenance procedures, analyze the most common types and causes of failure, and evaluate the effectiveness of the existing maintenance program. The methodology employed in compiling this report includes interviews with field supervisors and technicians, direct observation of on-site maintenance activities, and a literature review of relevant reference books and technical standards. Observations indicate that PT. Pantja Surya implements a three-stage maintenance approach: routine maintenance (daily checks of temperature, noise, and vibration); preventive maintenance (periodic cleaning of cooling fins, bearing lubrication, and tightening of cable connections); and predictive maintenance (insulation resistance testing using a Megger Tester in accordance with IEEE 43-2000 standards). The most prevalent failures identified were bearing damage, overheating, and short circuits, largely triggered by carbon black dust contamination, overloading, and high ambient factory temperatures. Based on this analysis, the author recommends upgrading motor protection (IP rating), installing temperature sensors for real-time condition monitoring, implementing a periodic alignment schedule, and systematically documenting maintenance history to enhance induction motor reliability and minimize production downtime at PT. Pantja Surya.
Description: 25 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/31352
Appears in Collections:Laporan Kerja Praktik (LKP)

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
LKP - Arif Sinabariba - 228120017 - Fulltext.pdfLKP Fulltext1.22 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.