Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/31502
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorNoer, Zulheri-
dc.contributor.authorPurianto, Dito Arief-
dc.contributor.authorMahendera, Yusril-
dc.contributor.authorSitompul, Supratto-
dc.contributor.authorRitonga, Diana Agustina-
dc.contributor.authorSaragih, Febry-
dc.date.accessioned2026-10-13T02:46:30Z-
dc.date.available2026-10-13T02:46:30Z-
dc.date.issued2022-09-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/31502-
dc.description38 Halamanen_US
dc.description.abstractPemanfaatan tumbuhan sebagai obat sudah seumur dengan peradaban manusia. Tumbuhan adalah gudang yang memiliki sejuta manfaat termasuk untuk obat berbagai penyakit. Pada era perkembangan seperti ini setiap negara perlu menggali dan mengenal serta mengembangkan obat tradisional masing-masing di setiap negaranya. Masyarakat harus memiliki kesadaran yang tumbuh seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang lingkungan alam mereka. Mereka harus mampu mengolah tumbuhan yang ada di hutan mulai dari cara membuat makanan dari tumbuhan tersebut hingga menjadikannya sebagai obat tradisional yang ampuh. Menurut Suprana (1991) ramuan obat-obatan tradisional hampir semuanya mengandung ramuan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian kesadaran kolektif masyarakat lokal yang tumbuh secara internal dan dan pengaruh pengaruh eksternal menampilkan pola pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan. The use of plants as medicine is as old as human civilization. Plants are a storehouse of a million benefits, including remedies for various ailments. In this era of development, every country needs to explore, recognize, and develop its own traditional medicines. Communities must develop a growing awareness along with the development of knowledge about their natural environment. They must be able to process plants found in the forest, from making food from them to transforming them into powerful traditional medicines. According to Suprana (1991), almost all traditional herbal remedies contain natural ingredients derived from plants. Thus, the collective awareness of local communities, which grows internally and through external influences, reveals patterns of utilization of various types of plants.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220157-
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220161-
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220161-
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220166-
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220168-
dc.relation.ispartofseriesNPM;188220172-
dc.subjectFieldtrip Prospek Bisnis Tanaman Obat di Indonesia PT. Socfin Indonesiaen_US
dc.titleFieldtrip Prospek Bisnis Tanaman Obat di Indonesia PT. Socfin Indonesiaen_US
dc.title.alternativeField Trip: Medicinal Plant Business Prospects in Indonesia – PT Socfin Indonesiaen_US
Appears in Collections:Laporan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Fieldtrip Prospek Bisnis Tanaman Obat di Indonesia PT. Socfin Indonesia.pdfKKL Fulltext12.52 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.