Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/3509
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorNasution, Muhammad Chairuddin-
dc.date.accessioned2017-11-06T08:10:50Z-
dc.date.available2017-11-06T08:10:50Z-
dc.date.issued2004-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/3509-
dc.descriptionPermasalahan yang sering ditemukan di tanah air kita Indonesia ini adalah pemimpin terkadang dianggap sebagai orang suci yang fatwa dan perintahnya merupakan suatu dilema yang harus dijalankan. Akibat dari keadaan tersebut adalah seringnya pihak bawahan mengambil sikap dengan meminta restu terlehih dahulu kepada pimpinan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah peranan camat selaku pimpinan masih dirasakan kurang dalam melakukan fungsinya dalam hal menjembatani hubungan dengan bawahan sehingga administrasi yang dijalankan seperti bersifat asal bapak senang. Setelah dilakukan analisis dan evaluasi serta pengumpulan data baik secara kepustakaan dan lapangan maka didapatkan hasil sebagai berikut: Camat Selaku pimpinan pelaksanaan administrasi mempunyai fungsi memberikan dorongan (motivasi) kepada setiap pegawai, agar para pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing bergairah dan bersemangat sehingga kualitas kinerja pegawai akan dapat ditingkatkan. Dalam usaha meningkatkan keterampilan sekaligus kualitas kerja pegawai di kantor, perlu diberikan pendidikan dan latihan bagi setiap pegawai. Berhasil tidaknya seorang Camat selaku pimpinan administrasi dalam menjalankan tugasnya pada organisasi pemerintahan, salah satunya yakni meningkatkan kualitas kerja para pegawai yang sebahagian besar dipengaruhi dan ditentukan oleh kecakapannya dalam memimpin bawahan. Peranan pimpinan yaitu Camat dalam suatu organisasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kerja pegawai merupakan hal yang sangat menentukan, karena kepemimpinan merupakan umur yang mutlak dalam menggerakkan kegiatan ke arah pencapaian tujuan yang akan dicapai. Motivasi kerja merupakan suatu hal yang sangat erat dan mempunyai arti penting dengan kualitas kerja, karena jika pegawai sudah terdorong atau termotivasi untuk bekerja maka pegawai tersebut akan bekerja dengan lebih baik serta tingkah laku pegawai akan dapat ditingkatkan.en_US
dc.language.isoenen_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectaspek kepemimpinanen_US
dc.subjecttingkat motivasi kerja pegawaien_US
dc.titleAnalisis Terhadap Aspek-Aspek Kepemimpinan dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai di Kantor Camat Sunggal Kabupaten Deli Serdangen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Government Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
008500049_File1.pdfCover401.66 kBAdobe PDFView/Open
008500049_File2.pdfAbstract293.19 kBAdobe PDFView/Open
008500049_File3.pdfIntroduction484.87 kBAdobe PDFView/Open
008500049_File4.pdfChapter I217.7 kBAdobe PDFView/Open
008500049_File8.pdfReference250 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.