Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/619
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorLaniari, Meidina-
dc.date.accessioned2017-08-03T04:03:55Z-
dc.date.available2017-08-03T04:03:55Z-
dc.date.issued2015-07-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/123456789/619-
dc.descriptionPelaksanaan program Alokasi Dana Nagori yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Nagori. Seperti gambaran diatas bahwa Alokasi Dana Nagori tersebut masih bisa dikatakan kecil dalam pembangunan fisik meski ditunjang berbagai swadaya masyarakat. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Nagori sebagai pengambil kebijakan tentang penerapan Program Alokasi Dana Nagori ini sebagai langkah strategis dalam usaha pemberdayaan masyarakat untuk memenuhi sarana dan prasarana di Nagori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, memberikan gambaran pelaksanaan pengelolaan kebijakan Alokasi Dana Nagori dan mengetahui faktor penghambat pelaksanaan pengelolaan kebijakan Alokasi Dana Nagori di Kecamatan Bandar Huluan. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisa data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Pengeloalaan Kebijakan Alokasi Dana Nagori dalam Meningkatan Pembangunan Nagori di Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun belum berjalan dengan efektif dikarenakan adanya faktor penghambat dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya sumber daya manusia, sumber anggaran dan fasilitas/sarana dan prasarana.en_US
dc.description.abstractImplementation of the Program Allocation Fund Village that planned by District Simalungun becomes a challenge for the government village. Allocation Fund Village can be regarded as small in physical development although supported by various nongovernmental. This is a concern Government Village as policy makers on the application of this Programs Allocation Fund Village as a strategic in the people empowerment to fill up the infrastructure in village. This research goals to analyze, give description about implementation of policy management Allocation Fund Village and identify factors inhibiting the implementation of policy management of the Allocation Fund Village in District Bandar Huluan. Metods used in this research is qualitative description by data collection techniques used observation and interview. Data analysis conducted by means of data collection, data reduction, data presentation and conclusion/verification data. The results showed that the Policy Management of the Implementation Allocation Fund Village to increase development in District Bandar Huluan, Simalungun has not been implemented effectively because there inhibiting factors in implementation are the lack of human resources, budget resources and facilities/infrastructure.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectPengelolaanen_US
dc.subjectKebijakanen_US
dc.subjectPembangunanen_US
dc.titlePelaksanaan Pengelolaan Kebijakan Alokasi Dana Nagori (ADN) dalam Meningkatkan Pembangunan Nagori di Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungunen_US
dc.typeOtheren_US
Appears in Collections:SP - Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
118520019_file1.pdfCover813.76 kBAdobe PDFView/Open
118520019_file2.pdfAbstract686.75 kBAdobe PDFView/Open
118520019_file3.pdfIntroduction699.5 kBAdobe PDFView/Open
118520019_file4.pdfChapter I694.37 kBAdobe PDFView/Open
118520019_file5.pdfChapter II777.99 kBAdobe PDFView/Open
118520019_file6.pdfChapter III705.83 kBAdobe PDFView/Open
118520019_file8.pdfReference692.8 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.