Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/7967
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorKhuzaimah, Ummu-
dc.contributor.advisorAlfita, Laili-
dc.contributor.authorNasution, Riski Handayani-
dc.date.accessioned2018-02-01T06:59:15Z-
dc.date.available2018-02-01T06:59:15Z-
dc.date.issued2016-11-
dc.identifier.urihttp://repository.uma.ac.id/handle/123456789/7967-
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komitmen perkawinan pada pasangan yang melakukan seks pranikah. Komitmen perkawinan dapat disebuat sebagi sebuah janji untuk tetap menjaga keutuhan hubungan bersama pasangan. Bareta 2005 menyebutkan akad nikah adalah komitmen dan hal itu sangatlah mudah, semudah seseorang membuat janji. Namun, yang paling berat adalah menjaga komitmen tersebut. Berbeda dengan komitmen lainnya, perkawinan adalah komitmen selamanya, selama hidup di dunia. Responden pada penelitian ini adalah dua pasang suami istri dengan latar belakang seks pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian fenomenologis. Teknik wawancara semi terstuktur digunakan sebagai teknik untuk mengumpulkan data, dan observasi nonpartisipan digunakan untuk menguatkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pasangan responden memiliki perbedaan dalam aspek komitmen yang tentunya mempengaruhi bentuk dari komitmen, faktor, dampak serta cara mempertahankan komitmen itu sendiri. Pasangan responden pertama keputusan untuk menikah merupakan keinginan dari responden sehingga pasangan responden merasa bertanggung jawab dalam menjalani serta mempertahnakn hubungan bersama pasangan. Selain itu, pasangan responden memiliki harapan serta tujuan yang sama dengan pasangannya hal ini tentu dapat meningkatkan komitmen diantara pasangan. Pada pasangan responden kedua keputusan untuk menikah merupakan keinginan dari kedua orangtua responden sehingga kedua responden merasa terpaksa untuk menjalani hubungan perkawinan. Namun, karena adanya pengorbanan dari pasangan, kedua responden merasa yakin untuk mempertahankan dan menjalani komitmen dengan pasangan. Pasangan responden pertama mencoba untuk saling meluangkan waktu bersama keluarga ataupun pasangan sebagai cara meningkatkan komitmen diantara keduanya, selain itu saling mengingatkan dan beribadah bersama juga suatu hal yang dilakukan oleh responden untuk mempererat hubungan keduanya. Pasangan responden kedua kurang berkomunikasi dan terlalu sibu dengan lingkungan kerja sehingga cara yang dilakukan untuk menjaga komitmen satu sama lain adalah dengan melakukan ibadah bersama dengan pasangan ataupun keluarga.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectkomitmen, perkawinan, seks pranikahen_US
dc.titleKomitmen Perkawinan Pasangan Yang Melakukan Seks Pranikahen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Riski H.N.pdffulltext2.85 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.