Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/8192
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorLubis, Kamaluddin-
dc.contributor.advisorNurmaidah-
dc.contributor.authorAyuna, Winda-
dc.date.accessioned2018-02-22T07:46:01Z-
dc.date.available2018-02-22T07:46:01Z-
dc.date.issued2016-12-02-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/8192-
dc.descriptionAccumulation of sedimentation especially in the delivery channel will decrease the irrigation system function. In case of sedimentation, it will accumulate in the bed of channel and impede water flow to the Paddy Field. Moreover more granular particle of sediment can impede water absorbed by plants. After construction, Perkotaan weir has not fully equipped by sandtrap for its function to sediment control. For the result, height of sediment on top of bed channel increase to 0,8 m. furthermore, rice production will be decreased for 3.350 Ha of Paddy Field Area because irrigation water can not be supplied. Finally, sediment analysis necessary needed. Sand trap can be built to decrease sediment cummulativeto irrigation system. But does sediment trap is the one solution to decrease problem about sedimentation?en_US
dc.description.abstractPenumpukan sedimen di saluran irigasi akan mempersingkat umur pelayanan jaringan irigasi karena pendangkalan dan penurunan kapasitas. Selanjutnya, penumpukan sedimen di petak sawah akan menaikkan permukaan sawah, sehingga mempersulit air untuk mencapai permukaan sawah dan mengairi sawah. Partikel sedimen yang halus bahkan bisa menyumbat pori – pori tanah dan menghambat penyerapan air oleh tanaman. Sejak dibangunnya Bendung Perkotaan, belum pernah dibangun sand trap yang berguna untuk mengendapkan sedimen. Akibat sedimentasi sungai berpengaruh terhadap daerah irigasi, dimana tinggi sedimen pada saluran primer mencapai 0,8 m. Maka dengan areal irigasi Perkotaan seluas 3.350 Ha diperkirakan akan mengalami penurunan hasil tanam apabila suplai air irigasi terus menurun terutama di daerah hilir. Dengan demikian perlu dilakukan analisis laju sedimen untuk merencanakan kantong lumpur yang berguna untuk mengurangi sedimentasi di saluran primer. Namun apakah pembangunan kantong lumpur sudah tepat untuk mengurangi permasalahan akibat sedimentasi?en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectRiveren_US
dc.subjectIrrigationen_US
dc.subjectSedimenten_US
dc.titleAnalisa Pengendalian Sedimen di Daerah Irigasi Perkotaan Kab. Batubara (Studi Kasus)en_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Civil Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
128110054.pdfFulltext2.6 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.