Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/8518
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorKadir, Abdul-
dc.contributor.advisorHasibuan, Aswin-
dc.contributor.authorPutra, Syah-
dc.date.accessioned2018-04-03T02:02:01Z-
dc.date.available2018-04-03T02:02:01Z-
dc.date.issued2017-08-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/8518-
dc.descriptionAceh adalah daerah pertama masuknya Islam di Asia Tenggara,tepatnya di Peurlak Aceh Timur pada tanggal 1 Muharram 225 Hijrah.Istilah”Serambi Mekkah” sebagai predikat yang diberikan kepada daerah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) memperlihatkan bahwa daerah Aceh sangat kental dengan tradisi keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Wilayathul Hisbah sudah optimal dalam menjalankan fungsinya khususnya dalam meminimalisir pelaku khalwat di Kabupaten Aceh Tengah ini. Di lihat dari data Tahun 2014 s/d Tahun 2015 Terus mengalami kemajuan dalam meminimalisir pelaku khalwat tersebut yang menandakan Institusi Wilayathul Hisbah sudah optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, hanya saja masih ada beberapa kendala yang di hadapi oleh institusi Wilayathul Hisbah ini diantaranya :1. Dalam upaya penegakan Syariat Islam lembaga Wilayathul Hisbah masih menghadapi berbagai persepsi yang kurang baik. 2. Kurangnya peran masyrakat dalam penegakan Syariat Islam khususnya Khalwat ini 3. Kurangnya anggaran Oprasional dan Sarana Prasaranaen_US
dc.description.abstractAceh is the first entry point of Islam in Southeast Asia, precisely in Peurlak East Aceh on 1 Muharram 225 Hijrah. The term "Serambi Mekkah" as a predicate given to the Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) region shows that Aceh is very strong with Islamic tradition. The results showed that in the implementation of duties and functions Wilayathul Hisbah has been optimal in carrying out its function, especially in minimizing the perpetrators of khalwat in Central Aceh district. In view of the data Year 2014 s / d Year 2015 Continue to progress in minimizing the perpetrators of the khalwat which signifies Wilayathul Hisbah Institution has been optimal in carrying out its duties and functions, but there are still some obstacles faced by Wilayathul Hisbah institutions are: 1. In an effort to enforce Islamic Shariah Wilayathul Hisbah institutions still face various perceptions that are less good. 2. Lack of public role in the enforcement of Islamic Sharia especially Khalwat 3. Lack of budget Oprasional and Infrastructureen_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectwilayathul hisbah, khalwat perpetrator, aceh regencyen_US
dc.subjectwilayathul hisbah, pelaku khalwat, kabupaten aceh tengah.en_US
dc.titlePeranan Wilayathul Hisbah (wh) Dalam Meminimalisir Pelaku Khalwat Di Kabupaten Aceh Tengahen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Government Science

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
1385100006_Syahputra.pdffulltext6.01 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.