Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/9204
Title: Analisa Stabilitas Bendung Gerak pada Proyek Pembanguan Bendung Sei Padang D.I Bajayu Tebing Tinggi Sumatera Utara
Authors: Sihaloho, Binsar Maruli
metadata.dc.contributor.advisor: Hermanto, Edy
Nurmaidah
Keywords: bendung;stabilitas;guling;gelincir;weir;stability;rolling;slip
Issue Date: 2018
Publisher: Universitas Medan Area
Abstract: The Gated Weir at The Sei Padang D.I. Bajayu is built in the river basin (RB) of Padang Tebing Tinggi. This weir is designed to accommodate irrigation (D.I Paya Lombang 1588 Ha, D.I Langau 2000 Ha and D.I Bajayu 4000 Ha) and The Flood Control of Tebing Tinggi city. The Gated Weir at The Sei Padang D.I. Bajayu should be designed with a durable structure. The stability of the weir is also very necessary because the weir works to raise the height of the air face. The targets to be known are gravity, sludge, hydrostatic, lift, and soil used as a reference for checking arches and slip styles. Based on the results of the analysis to achieve stability above the value at the normal time of the rolling force is 1.734 and the factor of slip hairstyle is 2.395. Based on these results, It can be concluded that the weirs are safe for bolsters and sliding force by applying to the level for the rolling force Sfg is > 1.5 and the slip force is Sfge > 1.5.
Description: Bendung gerak Sei Padang D.I. Bajayu di bangun pada daerah aliran sungai (DAS) Padang Tebing Tinggi. Bendung ini di desain untuk mengakomodasi kepentingan irigasi ( D.I Paya Lombang 1588 Ha, D.I Langau 2000 Ha dan D.I Bajayu 4000 Ha) dan pengendalian Banjir kota Tebing Tinggi. Bendung sei Padang D.I. bajayu harus dirancang dengan struktur yang tahan lama. Sehingga pada perencanaan harus benar-benar dihitung dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam pembangunan yang mengakibatkan musibah yang lebih parah akibat perhitungan perencanaan stuktur yang kurang maksimal dan kesalahan-kesalahan pada waktu pelaksanaan pembangunan. Stabilitas bendung juga sangat perlu diperhatikan karena bendung berfungsi untuk menaikkan tinggi muka air. Sasaran yang hendak dicapai adalah penentuan besarnya gaya berat sendiri, tekanan lumpur, tekanan hidrostatis, uplift, tekanan tanah aktif dan gaya gempa yang dipergunakan sebagai acuan untuk memeriksa keamanan bendung terhadap gaya guling dan gaya gelincir. Berdasarkan hasil perhitungan analisis untuk mencapai stabilitas diatas maka faktor keamanan pada saat normal gaya guling adalah 1,734 dan faktor keamanan gaya gelincir adalah 2,395. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bendung aman terhadap gaya guling dan gaya gelincir dengan mengaju pada persyaratan untuk gaya guling Sfg >1,5 dan syarat untuk gaya gelincir Sfge>1,5.
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/9204
Appears in Collections:SP - Civil Engineering

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Binsar Maruli Sihaloho - Fulltext.pdfFulltext2.57 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.