Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/9668
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSiregar, Farida Hanum-
dc.contributor.advisorDalimunthe, Hairul Anwar-
dc.contributor.authorNikmah-
dc.date.accessioned2018-12-05T09:52:57Z-
dc.date.available2018-12-05T09:52:57Z-
dc.date.issued2018-09-15-
dc.identifier.urihttp://repository.uma.ac.id/handle/123456789/9668-
dc.descriptionPenalaran moral merupakan apa yang di ketahui dan dipikirkan seseorang mengenai baik buruk atau benar salah, pemikiran itu merupakan prinsip yang di pakai dalam menilai atau di lakukan suatu tindakan dalam situasi moral. Regiusitas adalah seberapa jauh pengetahuan, sebarapa kokoh keyakinan, sebarapa kuat dalam melaksanaan ibadah dan kaidah dan seberapa dalam penghayatan atas agama yang di anutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Religiusitas dengan Penalaran Moral siswa kelas VIII MTsN 2 Bener Meriah. Sampel penelitian di ambil berdasarkan tekhnik Total Sampling melibatkan 60 siswa kelas VIII MTsN 2 Bener Meriah. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur penalaran moral adalah skala likert yang di susun berdasarkan 4 aspek penalaran moral yang di kemukakan oleh Gerwitz, sedangkan skala yang di gunakan untuk religiusitas skala likert yang disusun berdasarkan aspek-aspek religiusitas. Analisis data menggunakan korasi Produc Moment dengan koefesien korelasi rxy =0,774 dengan p=0,000 < dengan nilai reabilitas 0,823 pada religiusitas dengan penalaran moral 0,838. Berdasarkan hasil ini hipotesis yang dinyatakan diterima hasil penelitian ini menunjukkan religiusitas tergolong tinggi dengan nilai hipotetiknya yakni 60, sedangkan penalaran moral sebesar 65,07 lebih besar dari pada nilai rata-rata hipotetiknya, yakni 42.en_US
dc.description.abstractMoral reasoning is what a person knows and thinks about either bad or right wrong, thought is a principle used in assessing or doing an action in a moral situation. Religiosity is how far is knowledge, how strong is confidence, how strong is it in caring out worship and rules and how deep is appreciation of the religion it follows. The purpose of the study was to find out whether there was a relationship between religiosity and the moral reasoning of class students VIII MTsN 2 Bener Meriah. The sample this study was taken based on total Sampling technique involving 60 class VIII MTsN 2 Bener Meriah. The measuring instrument used to measure moral reasoning is a likert scale which is based on 4 aspect of moral reasoning that was proposed by Gerwitz, while the scale used for likert religiosity is arranged based on aspects of religiosity. Data analysis uses product moment cations with correlation coefficients rxy = 0,774 with p=0,000< whit the value of reliability 0,823 on religiosity with moral reasoning 0,838. Based on these result the hypothesis stated that the result of this study indicate high religiosity whit a hypothetical value 60, while moral reasoning is a big as 65,07 greater than the hypothetical average value, that is 42.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectreligiusitasen_US
dc.subjectpenalaran moralen_US
dc.subjectreligiosityen_US
dc.subjectmoral reasioningen_US
dc.titleHubungan antara Religiusitas dengan Penalaran Moral Siswa Kelas VIII MTSN 2 Bener Meriahen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Nikmah - Fulltext.pdfFulltext1.5 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.