Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/10806
Title: Uji Aplikasi (Trichoderma Sp) dan Biochar Sekam Padi pada Bibit Okulasi Karet (Hevea brasiliensis) yang Ditumpangsari dengan Tanaman Padi (Oryza sativa L)
Authors: Munthe, Karlo Roberto
metadata.dc.contributor.advisor: Gusmeizal
Hutapea, Sumihar
Keywords: seedlings;grafting rubber;trichoderma sp;bichar rice husk;bibit;okulasi karet
Issue Date: 22-Jun-2019
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;148210024
Abstract: This study aims to determine the effect of the Trichoderma Sp application test combined with rice husk biochar so that it can be seen the effect on the growth of rubber grafting seedlings intercropped with rice plants, which was carried out in Sampali Village, Percut Sei Tuan sub-district, Deli Serdang Regency, with altitude of 16 meters above sea level flat topography and alluvial soil types. This research starts from June to August 2018. The design used in this study was a Factorial Randomized Block (RBD) with 2 Treatment Factors, namely ; 1) Trichoderma Sp factor which consists of 3 dose levels, namely T0 = Control (without Trichoderma Sp) ); T1 = 50 g / polibag; T2 = 100 g / polibeg; and 2) Biochar factors of rice hunsk which consist of 4 levels of dosage, namely: B0 = Control (without Biochar) ); B1 = 50 g / polibeg; B2 = 100 g/polibag; B3 = 150 g/polibeg. This research was carried out with replications of 3 replications. The parameters observed in this study were shoot burst time, shoot length, leaf number, leaf area (cm2), leaf color, and bud diameter (cm). The results obtained from this study are that Trichoderma Sp has a very significant effect on leaf area aged 5-12 weeks after buds burst. The administration of rice husk biochar also had a very significant effect on leaf area aged 9, 10, and 12 weeks after buds burst.
Description: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh uji aplikasi Trichoderma Sp yang dikombinasikan dengan biochar sekam padi sehingga bisa dilihat pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit okulasi karet yang ditumpang sarikan dengan tanaman padi, yang dilaksanakan di Desa Sampali, kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, dengan ketinggian tempat 16 m dpl, tofografi datar dan jenis tanah alluvial. Penelitian ini dimulai dari bulan Juni samapi Agustus 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yakni : 1) Faktor Trichoderma Sp yang terdiri dari 3 taraf dosis, yaitu T0 = Kontrol (tanpa Trichoderma Sp); T1 = 50 g / polibeg; T2 = 100 g / polibeg; dan 2) Faktor Biochar Sekam Padi yang terdiri dari 4 taraf dosis, yakni: B0 = Kontrol (tanpa biochar); B1 = 50 g / polibeg; B2 = 100 g / polibeg; B3 = 150 g / polibeg. Penelitian ini dilaksanakan dengan ulangan sebanyak 3 ulangan. Parameter yang dimati dalam penelitian ini adalah waktu pecah mata tunas, panjang tunas, jumlah daun, luas daun (cm2), warna daun, dan diameter tunas (cm). Adapun hasil yang telah diperoleh dari penelitian ini adalah Trichoderma sp berpengaruh sangat nyata pada luas daun umur 5-12 minggu setelah pecah mata tunas. Pemberian biochar sekam padi juga berpengaruh sangat nyata pada luas daun umur 9, 10, dan 12 Minggu setelah pecah mata tunas.
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/10806
Appears in Collections:SP - Agricultural Technology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
148210024 - Karlo Roberto Munthe - Fulltext.pdfFulltext2.18 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.