Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29664
Title: Tinjauan Yuridis terhadap Tindak Pidana Membujuk Anak untuk Melakukan Persetubuhan (Studi Putusan Nomor : 755/Pid.Sus/2024/PN Lbp)
Other Titles: Juridical Review of The Crime of Persuading A Child to Engage in Intercouse (Study of Decision Number 755/Pid.Sus/2024/Pn Lbp)
Authors: Siahaan, Kevin Juan Partogi
metadata.dc.contributor.advisor: Mubarak, Ridho
Keywords: Tindak Pidana;Pertimbangan Hukum;Membujuk;Anak;Persetubuhan;Criminal Act;Legal Consideration;Persuasion;Child;Coitus
Issue Date: Aug-2025
Publisher: Universitas Medan Area
Series/Report no.: NPM;218400148
Abstract: Anak merupakan suatu anugerah terindah dari Tuhan yang diberikan kepada umat nya. Seharusnya yang dilindungi negara karena ada aturan hukum yang mengatur hak dan kewajiban terhadap masyarakat terutama pada anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur masih sering terjadi terutama yang menjadi korban anak perempuan. Pelaku kejahatan tersebut tidak melihat umur dan profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaturan tindak pidana membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan serta mengetahui pertimbangan hukum hakim terhadap pelaku tindak pidana membujuk anak dibawah umur untuk melakukan persetubuhan pada putusan nomor 755/Pid.Sus/2024/Pn Lbp. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif yang merupakan salah satu jenis metodologi penelitian hukum yang mendasarkan analisisnya pada peraturan perundagundangan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengaturan hukum tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 pasal 76 E. Pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara didasarkan pada pertimbangan yuridis dan non yuridis. Pertimbangan yuridis dilihat berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap pada persidangan. Pertimbangan hukum hakim secara non yuridis juga disebut dengan faktorfaktor diluar fakta hukum dengan melihat sosiologis dari terdakwa. Children are the most beautiful gift from God given to His people. The state should protect them because there are legal rules governing rights and obligations towards society, especially children, who are the nation's future generation. Sexual harassment of minors still occurs frequently, especially with girls as victims. The perpetrators of these crimes do not discriminate by age or profession. The purpose of this research is to determine the regulation of the crime of enticing a minor to engage in sexual intercourse and to understand the judge's legal considerations regarding the perpetrator of the crime of enticing a minor to engage in sexual intercourse in decision number 755/Pid.Sus/2024/Pn Lbp. The research method used is normative legal research, which is a type of legal research methodology that bases its analysis on applicable laws and regulations. Based on the research findings, it is known that the legal regulation of the crime of enticing a child to engage in sexual intercourse is found in Article 76 E of Law Number 35 of 2014. The judge's legal considerations in deciding the case are based on both legal and non-legal considerations. Legal considerations are viewed based on the legal facts revealed during the trial. The judge's non-legal legal considerations are also referred to as factors outside the legal facts, considering the defendant's sociological background.
Description: 77 Halaman
URI: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/29664
Appears in Collections:SP - Criminal Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
218400148 - Kevin Juan Partogi Siahaan - Fulltext.pdfCover, Abstract, Chapter I, II, III, V, Bibliography5.25 MBAdobe PDFView/Open
218400148 - Kevin Juan Partogi Siahaan - Chapter IV.pdf
  Restricted Access
Chapter IV353.67 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.