Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/10035
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorTarigan, Usman-
dc.contributor.advisorSuriadi, Agus-
dc.contributor.authorChanra, Azamris-
dc.date.accessioned2019-04-01T03:24:24Z-
dc.date.available2019-04-01T03:24:24Z-
dc.date.issued2007-
dc.identifier.other051801004-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/10035-
dc.descriptionSebagai konsekuensi kewenagan yang melekat pada pemerintah sebagai pelaksana dari sebuah Organisasi publik, penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai sektor sangat dibutuhkan tingkat profesionalisme dalam kompetensinya sebagai pihak penanggung jawab fungsi pelayanan. Dapat disadari bahwa tugas yang diemban pemerintah pelayan publik cukup berat dan berpariasi dengan biaya yang cukup mahal, berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan keterpaksaan dan kebersamaan tingkat pengabdian di kejujuran yang sangat tinggi dan lain-lain didukung oleh partipasi masyarakat yang baik dengan situasi dan kondisi yang kondusip untuk menciptakan dan mendukung kelancaran suasana pemberian pelayanan, pemerintah melalui keputusan menteri Aparatur Negara No. 63/Kep/M.AN/7/2003 menyusun dan menetapkan untuk dikembangkan unsur-unsur yang relevan valid serta reabliple yang di jadikan sebagai unsur minimal dalam pengukuran indeks dasar kepuasan masyarakat sehingga pelayanan yang diberikan cukup prima, akurat, tepat waktu dan tepat sasaran dalam memberikan solusi yang terbaik. Permasalahan pokok yang menonjol adalah banyaknya anak putus sekolah di Provinsi Sumatera Utara yang pada umumnya dilatarbelakangi oleh kemiskinan dan ketidakmampuan orangtua. Disamping itu daya tampung Balai Bina Remaja Nusa Putra Provinsi Sumatera Utara yang hanya 100 orang dari populasi anak putus sekolah sebanyak 12.000 orang pertahun atau 0,83%. Namun demikian peneliti mencoba melihat persepsi anak asuh dari populasi tersebut dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data dan metode deskriptip korelasional dengan menghubungkan dua variable X dan Y yang diteliti dan melakukan penujian statistik dengan menggunakan pendekatan kualitatip. Adapun skala pengukuran variabel X dan Y dipergunakan skala perbedaan semantic atau bertingkat. Selanjutnya masyarakat yang mendapatkan pelayanan secara kausalitas memberikan evaluasi terhadap kinerja yang telah diberikan pemerintah. Evaluasi kinerja tersebut tergambar pada sebuah pembentukan persepsi yang mendasar oleh kognisi, afeksi, niat dan pengaplikasian psikomotorik. Balai Bina Remaja Nusa Putra Provinsi Sumatera Utara sebagai sebuah perangkat pemerintah daerah Provinsi yang bertugas melaksanakan pelayanan bagi anak putus sekolah sebagai anak asuh dari keluarga tidak mampu, yatim atau yatim piatu untuk mendapatkan bimbingan mental, sosial dan pelatihan keterampilan secara gratis selama satu tahun dengan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectanak asuhen_US
dc.subjectpelayanan publiken_US
dc.titlePersepsi Anak Asuh Terhadap Implementasi Sistem Pelayanan Publik pada Balai Bina Remaja Nusa Putra Propinsi Sumatera Utaraen_US
dc.typeTesis Magisteren_US
Appears in Collections:MT - Master of Public Administration

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
051801004_Azamris Chanra.pdfFulltext1.52 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.