Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/10081
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorLubis, Afisah Wardah-
dc.contributor.advisorMetia, Cut-
dc.contributor.authorWulandari, Sri-
dc.date.accessioned2019-04-09T04:39:38Z-
dc.date.available2019-04-09T04:39:38Z-
dc.date.issued2009-
dc.identifier.other058600110-
dc.identifier.urihttp://repository.uma.ac.id/handle/123456789/10081-
dc.descriptionCinta merupakan satu hal yang tidak pernah habis dan bosan untuk dibahas dan dibicarakan oleh siapapun. Dengan adanya pesona cinta dapat membuat hidup seseorang menjadi lebih bahagia atau kadang malah menjadi sedih karena adanya putus cinta dan berujung pada patah hati. Patah hati merupakan salah satu masalah dalam kehidupan khususnya pada wanita yang pernah menjalin hubungan dengan pasangannya Penderita Patah hati biasanya sering marah, kesal, kecewa, sedih, tidak dapat mengendalikan emosi dan perilakunya hingga kadang melakukan hal-hal negatif seperti melakukan perilaku agresif yang dapat merugikan dirinya dan orang lain. Masalah dan kondisi patah hati ini yang membuat mereka sulit untuk mempercayai cinta kembali dan takut untuk menjalin hubungan lagi dengan orang lain karena trauma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku agresif pasca traumatik akibat patah hati pada wanita dan untuk mengetahui perilaku agresif apa saja yang muncul pasca traumatik akibat patah hati. Untuk menjawab pertanyaan penelitian digunakan aspek-aspek tingkah laku agresif menurut Berkowitz (2006). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk dapat memahami tingkah laku responden secara langsung. Pengambilan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Responden yang digunakan sebanyak dua orang yang memiliki karakteristik responden yaitu wanita yang pertama kali pacaran dan mengalami trauma akibat patah hati, remaja, dan belum menikah. Hasil penelitian bahwa ( 1) faktor penyebab patah hati adalah karena putusnya hubungan dengan pasangan yang sulit diterima oleh responden dan sangat menyakitkan hati responden. (2) pengalaman traumatik yang menyebabkan responden berperilaku agresif yaitu karena masih adanya perasaan sayang dan cinta kepada mantan serta perasaan takut untuk menjalin hubungan dan takut putus lagi. (3) perilaku agresif yang muncul yaitu agresif verbal, emosional, konseptual, fisik, dan instrumental. (4) strategi untuk mengatasi patah hati dengan cara curhat, menulis, menggambar, bergaul dengan teman, dan melakukan berbagai kegiatan untuk menyibukkan diri dan mengisi hari-hari responden.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectpatah hatien_US
dc.subjectperilaku agresifen_US
dc.subjecttraumatiken_US
dc.subjectwanitaen_US
dc.titlePerilaku Agresif Pasca Traumatik Akibat Patah Hati pada Wanitaen_US
dc.typeSkripsi Sarjanaen_US
Appears in Collections:SP - Psychology

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
058600110_Sri Wulandari.pdfFulltext4.4 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.