Please use this identifier to cite or link to this item: https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/1184
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorAnggraini, Mayke-
dc.date.accessioned2017-08-25T08:06:19Z-
dc.date.available2017-08-25T08:06:19Z-
dc.date.issued2017-05-04-
dc.identifier.urihttps://repositori.uma.ac.id/123456789/1184-
dc.descriptionPenyelesaian sengketa waris sering terjadi dan menimbulkan perselisihan sengketa hak harta warisan, kebiasaan yang terjadi dimasyarakat dimana dalam pembagian harta warisan itu sering terjadi perselisihan karena kebanyakan dalam masyarakat dalam pembagian harta warisan sering terjadi ketidakadilan dan ketidakpuasaan sehingga menimbulkan pertengkaran antara saudara. Perselisihan dan persengketaan mengenai ahli waris dan pembagian harus dilakukan secara adil sehingga bagian yang diterima ahli waris sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka jika terjadi pereselisihan dan persengketaan dapat diselesaikan melalui mediasi karena mediasi merupakan proses perundingan yang dibantu oleh seorang mediator untuk memperoleh kesepakatan perdamaian maka mediasi bisa dilakukan melalui peradilan dan bisa juga dilakukan diluar pengadilan. Maka permasalahan yang dibahas yaitu bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa melalui mediasi dan bagaimana pembagian hak-hak pewaris atas sengketa waris atas tanah warisan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode diskriptif analisis. Sumber data diperoleh dari literatur-literatur karya tulis ilmiah dan perundang-undangan yang berlaku. Teori yang digunakan adalah teori keadilan menurut John Rawl. Lokasi yang dipilih sebagai tempat penelitian yaitu sengketa tanah warisan didaerh Pancur Batu. Hasil penelitian disimpulkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketeta yang dilakukan para pihak melalui mediasi di luar peradilan berdasarkan kesepakatan bersama terutama dalam pembagian harta waris. Dalam hal ini pembagian hak-hak pewaris atas sengketa waris atas tanah warisan tersebut dilakukan berdasarkan KUHPerdata demi mementingkan keadilan, kedudukan dan hak yang sama antara anak perempuan dan anak laki-laki dan mengenyampingkan dari adat karo para pihak, karena didalam adat karo anak laki-laki yang berhak atas tanah warisan tersebut. Sehingga pembagian tanah warisan tersebut dilakukan secara merata, efektif dan penuh dengan musyawarah sehingga terjalin kekeluargaan yang harmonis dan para pihak mendapatkan bagiannya masing-masingen_US
dc.description.abstractSettlement of inheritance disputes often occurs and dispute rights disputes disputes, habits that occur in the community where in the division of inheritance is often a dispute because most in the community in the distribution of inheritance often occur injustice and discontent, causing a quarrel between siblings. Disputes and disputes concerning heirs and divisions should be done fairly so that the part received by the heirs in accordance with the prevailing provisions in the event of disputes and disputes can be resolved through mediation because mediation is a process of negotiation assisted by a mediator to obtain a peace agreement then mediation can Done through the judiciary and can also be done outside the court. So the issues discussed are how the dispute settlement mechanism through mediation and how the division of the rights of the inheritors of the inheritance dispute over the inherited land. The method used in this research is using descriptive method of analysis. Sources of data are derived from the literature of scientific papers and applicable legislation. The theory used is the theory of justice according to John Rawl. The location chosen as a place of research that is inherited land dispute didaerh Pancur Batu.The result of this research is concluded that the mechanism of dispute settlement done by the parties through mediation outside the judiciary based on mutual agreement especially in the division of the inheritance. In this case the division of the rights of the inheritors of the inheritance dispute over the inheritance land is done under the Civil Code in order to emphasize equality, equal position and rights between girls and boys and the exclusion of the customary caronies of the parties, because in customary caronies the man entitled to the land of the inheritance. So that the division of inheritance land is done equitably, effectively and full of deliberations so as to establish a harmonious kinship and the parties get their shareen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Medan Areaen_US
dc.subjectmediasien_US
dc.subjectpembagian harta warisanen_US
dc.subjectmediationen_US
dc.subjectinheritance of inheritanceen_US
dc.titlePenyelesaian Sengketa Waris Hak Atas Tanah Melalui Mediasi (Studi Kasus Hak Atas Tanah Waris di Desa Namosimpur Pancur Batu)en_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:SP - Civil Law

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
148400208_file1.pdfCover445.3 kBAdobe PDFView/Open
148400208_file2.pdfAbstract163.57 kBAdobe PDFView/Open
148400208_file3.pdfIntroduction215.84 kBAdobe PDFView/Open
148400208_file4.pdfChapter I266.1 kBAdobe PDFView/Open
148400208_file5.pdfChapter II541.75 kBAdobe PDFView/Open
148400208_file6.pdfChapter III160.06 kBAdobe PDFView/Open
148400208_file8.pdfReference207.37 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.